
Ilustrasi Partai Demokrat. Fiqih Arfani/Antara
JawaPos.com - Partai Demokrat merespons penandatanganan surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Jhoni Allen Marbun dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat. Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan terima kasih atas surat keputusan tersebut.
"Terima kasih kepada bapak Jokowi, karena bagaimana pun pak Jhoni Allen telah melanggar AD/ART dan pakta integritas maupun kode etik internal Partai Demokrat," kata Herzaky di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9).
Herzaky pun menegaskan, tidak ada dualisme di dalam internal Partai Demokrat. Tak dipungkiri, pemecatan Jhoni Allen dari Partai Demokrat karena sebelumnya menjadi salah satu inisiator Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang mendapuk Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
"Dualisme itu tidak ada, karena kantor DPP dimana? Ada orang nggak yang kantor DPP dua? DPD dua? Ada nggak kantor tingkat kabupaten/kota dua? Tidak ada!. Memang tidak ada dualisme," tegas Herzaky.
Menurut Herzaky, munculnya isu dualisme di internal Partai Demokrat, karena terdapat kelompok yang mempunyai kekuatan finansial. Sehingga ingin memecah belah Partai Demokrat.
"Mereka ini gerombolan yang punya kekuatan finansial saja dan dekat dengan kekuasaan, sehingga seakan-akan mereka itu Demokrat. Padahal yang hadir kongres 400 orang itu, satu orang pun enggak ada yg punya KTA Demokrat. Itu malah caleg-caleg partai lain, ini jadi lucu," beber Herzaky.
Menurut Herzaky, pemecatan Jhoni Allen dari Partai Demokrat karena para kader pimpinan partai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak ingin ada pengkhiatan di internal partai. Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu keberlangsungan Partai Demokrat.
"Mereka mengganggu kita, berusaha merebut secara paksa kepemimpinan sah Partai Demokrat ditangan mas AHY. Aspirasi inilah yang ditangkap mas AHY akhirnya diputuskan memecat mereka, termasuk mas Jhoni allen," pungkas Herzaky.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
