
EVAKUASI: Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi mobil yang tercebut ke parit di kawasan Kedung Cowek, Senin (1/8). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Abdur Rochman, 20, hanya bisa terdiam ketika mobilnya terperosok ke parit di Kedung Cowek, Kenjeran, kemarin (1/8). Tercebur dalam kondisi terbalik, mobil Honda Brio putih L 1371 NF itu mengalami kerusakan cukup parah. Atap mobil ringsek dan kaca belakang pecah.
Abdur sangat shock atas kejadian tersebut. Di lokasi kejadian, warga Jalan Ngaglik Kuburan itu hanya bisa duduk terdiam dan menangis saat melihat mobilnya terendam di parit. Peristiwa tersebut terjadi pukul 11.50. Insiden itu berawal ketika Abdur mengajari sang teman bernama Pitono, 20, menyetir mobil.
Awalnya, mobil dikemudikan Pitono dengan baik. Menurut Usman, warga setempat, 42, mobil terlihat melaju dengan lancar. Yakni, berbelok ke kanan dan kiri, melaju ke depan dan ke belakang, hingga mobil terparkir membelakangi parit. Jarak antara mobil dan parit cukup dekat.
Namun entah kenapa, bukannya melaju ke depan, mobil justru bergerak ke belakang dengan kencang. Seketika, mobil tercebur ke saluran air dalam kondisi terguling.
”Kayaknya pengemudi salah masuk persneling gigi. Masih gigi mundur, malah digas. Akibatnya, mobil terperosok ke saluran air. Beruntung, tidak ada korban jiwa,’’ kata Usman di lapangan Kedung Cowek kemarin (1/8).
Sepuluh menit kemudian, satu unit mobil PMK Surabaya tiba di lokasi. Evakuasi pun dilakukan. Sebelum diangkat ke atas, mobil terlebih dahulu dikembalikan ke posisi normal. Setelah itu, kaki-kaki mobil diikat dengan menggunakan tali. Kemudian, mobil diangkat ke daratan.
Tim Rescue PMK Surabaya Viki Alex Candra mengatakan, evakuasi berjalan selama 50 menit. Dimulai pukul 12.10 hingga 13.00.
Guna mencegah kerusakan pada material mobil, evakuasi berlangsung secara perlahan. Setelah dievakuasi, kendaraan diserahkan kepada satpol PP.
”Beruntung, tidak ada korban jiwa. Kedua korban selamat dan tidak mengalami luka yang serius,’’ jelas Viki setelah evakuasi mobil selesai.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yudo Haryono mengatakan, lapangan yang cukup luas membuat warga kerap memanfaatkan area tersebut untuk belajar menyetir mobil. Meski lapangan tidak diperuntukkan belajar mengemudi, tidak pernah terjadi kecelakaan. Dan baru kali ini terjadi kecelakaan.
Belajar dari insiden tersebut, pihaknya segera melakukan evaluasi. Ke depan, petugas diterjunkan untuk melakukan pengawasan di lokasi. Pihaknya mengimbau agar latihan mengemudi didampingi oleh pengajar profesional. Tidak bisa sembarangan.
”Sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,’’ katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
