Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juni 2022 | 19.51 WIB

Kehebatan Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Ini Bacaan Niatnya

Jamaah salat Idul Adha 1442 Hijriah memadati Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (20/7). M. Haris S.A./Antara - Image

Jamaah salat Idul Adha 1442 Hijriah memadati Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (20/7). M. Haris S.A./Antara

JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada 1 Juli 2022. Itu artinya lebaran Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 10 Juli mendatang.

Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan. Oleh karena itu, Allah melarang melakukan peperangan pada bulan tersebut. Sebaliknya dianjurkan untuk memperbanyak amal baik baik berpuasa, membaca Alquran, sedekah, silaturahmi, atau perbuatan baik lainnya pada bulan Dzulhijjah.

Pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, disunnahkan melakukan puasa. Dari tanggal 1 sampai tanggal 7 sunnah melaksanakan puasa Dzulhijjah. Kemudian dilanjut dengan puasa Tarwiyyah (tanggal 8) dan puasa Arafah (tanggal 9) juga sunnah untuk dilaksanakan.

Tersimpan keistimewaan bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dikutip dari NU Online, di antaranya adalah dilipatgandakannya pahala.

Berdasarkan hadist Rasulullah, melaksanakan ibadah puasa satu hari pada bulan Dzulhijjah setara dengan dengan melaksanakan ibadah puasa sunnah selama satu tahun di luar bulan Ramadhan.

Keistimewaan kedua melaksanakan puasa pada 10 hari bulan Dzulhijjah adalah menjadi penghapusan dosa. Sesuai dengan sabda Rasulullah, melaksanakan ibadah puasa pada 9 Dzulhijjah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama 2 tahun.

Rasulullah ﷺ bersabda: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Selain itu, pada awal bulan Dzulhijjah khususnya tanggal 9 atau hari Arafah, dijanjikan adanya pembebasan dari api neraka. Ibnu Hajar dalam kitab Fath al-Bârî mengungkap kenapa 10 hari bulan Dzulhijjah sangat spesial dan berbeda dari bulan bulan lainnya. Itu karena pada bulan tersebut berkumpul sejumlah ibadah utama yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji.

Berikut lafal niat untuk 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:

1.Puasa Sunnah Dzulhijjah

نَوَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﺷَﻬْﺮِ ﺫِﻱ ﺍﻟْﺤِﺠَّﺔِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Syahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta'ala

"Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala".

2.Niat puasa sunah Tarwiyah

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu Shouma tarwiyah Sunnatan Lillahi Ta'aala

Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala“

3. Niat Puasa Sunah Arafah

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta'aala

“Saya niat puasa Arafah sunnah karena Allah ta’ala“.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore