
Kabel fiber optic yang dipotong PT Kereta Api Indonesia dan mengundang protes warga.
JawaPos.com - Persoalan pemotongan fiber optik BUM Desa Bolali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi atensi khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.
Setelah melihat langsung lokasi dan posisi fiber optic milik BUM Desa yang dipotong PT KAI, Gus Halim mengaku heran. Sebab yang melintasi property PT KAI ternyata tidak hanya fiber optic milik BUM Desa Bolali tetapi juga ada kabel PLN. Tapi kenapa yang dipersoalkan hanya fiber optic BUM Desa yang sebenarnya melintasi saluran air.
VP Public Relation KAI Joni Martinus merespons dan mengaku telah bertemu dengan jajaran Kemendes PDTT terkait rencana pemanfaatan aset KAI di wilayah Klaten.
“Sebelumnya Direktur Utama KAI juga sudah bertemu dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait rencana pemanfaatan aset KAI di wilayah Klaten,” ujarnya kepada JawaPos.com.
Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah penembangan dan pembangunan ekonomi desa. Harapannya, akan ada perjanjian kerja sama antara KAI dan Kemendes PDTT. “Terkait berbagai upaya pengembangan dan pembangunan ekonomi desa,” tuturnya.
Sebelumnya, Gus Halim juga menerima keluhan dari pihak Desa Bolali terkait adanya surat penolakan penurunan sewa dari PT KAI yang ditembuskan langsung ke pihak Kejaksaan, tidak melalui terlebih dahulu Bupati sebagai kepala wilayah. Hal tersebut tentunya menambah kekhawatiran warga desa.
“Ini harus dipertanyakan, apa maksudnya. Seharusnya tidak seperti itu dan ini juga akan kita sampaikan ke Dirut PT KAI,” tuturnya.
Selain terkait pembebanan biaya Rp 30 juta, Gus Halim juga sangat menyayangkan pemotongan kabel fiber optik oleh PT KAI. Pasalnya dilakukan pada saat anak anak desa membutuhkan jaringan internet untuk ujian sekolah. Disamping itu, menurut Gus Halim, pengembangan digitalisasi desa juga sangat berguna dan bermanfaat untuk memajukan perekonomian desa.
Menanggapi keluhan warga desa, Gus Halim berjanji bakal kembali bertemu lagi dengan Dirut KAI untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Desa Bolali ini. Ia juga berharap agar setiap Kepala Desa atau setingkat untuk tidak segan melaporkan jika mengalami persoalan seperti yang terjadi di Desa.
Gus Halim juga menyatakan akan berupaya menjembatani sinergisitas antara PT KAI dengan desa-desa yang dilewati rel kereta. Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar desa-desa yang lainnya tidak mengalami peristiwa yang sama, pasalnya jalur kereta api jalur Jakarta – Surabaya melewati banyak desa. Salah satu yang di upayakan Gus Halim adalah sinergisitas antara PT KAI dengan desa-desa yang dilewati rel kereta.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
