Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Mei 2022 | 01.55 WIB

Kilang Balikpapan Terbakar Lagi, Direksi Pertamina Diminta Mundur

Ilustrasi latihan unit pemadam kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan beberapa hari sebelum kejadian ledakan dan kebakaran Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex pada Minggu (15/5). Kilang Balikpapan/Antara - Image

Ilustrasi latihan unit pemadam kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan beberapa hari sebelum kejadian ledakan dan kebakaran Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex pada Minggu (15/5). Kilang Balikpapan/Antara

JawaPos.com - Menyusul insiden kebakaran kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (15/5) kemarin, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta jajaran direksi Pertamina mengundurkan diri. Sebab, dinilai gagal menjaga keamanan operasional kilang sehingga insiden kebakaran atau ledakan terjadi lagi.

"Beberapa waktu lalu kami pernah mengingatkan Pertamina agar mengaudit secara menyeluruh kilang-kilang yang sudah tua ini. Agar didapat gambaran yang lebih komprehensif langkah mitigasi resiko kebakaran kilang ini. Karena terjadi peristiwa serupa berarti jajaran Direksi tidak bisa mengendalikan operasional kilang agar berjalan dengan aman dan sesuai standar," kata Mulyanto, Senin (16/5).

Wakil Ketua FPKS DPR RI ini pun menambahkan, kasus kebakaran kilang Pertamina juga sudah terlalu sering terjadi. Bahkan, peristiwanya terus berulang dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan.

Karena itu, manajemen Pertamina harus membuat program perawatan dan perbaikan kilang secara berkala. Sebab kilang-kilang ini adalah aset vital strategis nasional yang harus dijaga dengan baik, terlebih rantai pasok tidak terganggu.

"Saya rasa Pertamina sudah harus menyusun rencana kerja itu secara lebih akurat berbasis audit komprehensif di atas. Direksi Pertamina jangan cuek-cuek saja atas permintaan Komisi VII DPR RI tersebut," ujar Mulyanto.

Dia tegas meminta agar jajaran direksi mendengar usulan ini demi kebaikan Pertamina sendiri. Namun, jika tidak berkenan, menurutnya sebaiknya direksi yang mengurus hal ini mundur atau diberhentikan. "Masa kebakaran kilang jadi rutinitas seperti ini, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ketahanan energi nasional kita bisa terancam lemah," tandasnya.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur milik PT Kilang Pertamina Internasional pada Minggu (15/5) kemarin, ini merupakan kali kedua kilang tersebut terbakar yang sebelumnya terjadi pada 4 Mei 2022.

Pasca terjadinya flash di Plant 5, Pertamina memastikan produksi BBM tetap berjalan sehingga tidak mengganggu suplai BBM ke masyarakat. "Selanjutnya, PT KPI bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) memastikan produksi dan suplai BBM ke masyarakat tetap dapat berjalan normal, tanpa ada kendala," ujar Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balikpapan Ely Chandra, Senin (16/5). (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore