Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Februari 2022 | 22.31 WIB

Soal Baliho Pemberantasan Korupsi, Begini Respons Firli Bahuri

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KPK menetapkan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Pengacara Maskur Husain sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan - Image

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KPK menetapkan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Pengacara Maskur Husain sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan

JawaPos.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri buka suara terkait baliho pemberantasan korupsi yang bertuliskan 'Siapa Saja yang Korupsi Kita Tangkap' dengan diselipkan foto dirinya. Firli mengklaim, tidak tahu soal terpasangnya baliho di suatu tempat tersebut.

Mantan Deputi Penindakan KPK itu justru menyampaikan ucapan terima kasih atas terpasangnya baliho pemberantasan korupsi yang diselipkan foto dirinya. Dia mengklaim tidak tahu adanya baliho tersebut.

"Terima kasih kirimannya sahabat, terus terang saya tidak tahu siapa dan dimana itu semua dipasang," kata Firli dalam akun media sosial Twitter pribadinya, Sabtu (19/2).

Firli meyakini, terpasangnya baliho itu merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap kinerja KPK. Dia menegaskan, KPK yang dipimpinnya merupakan lembaga independen.

"Masyarakat yang banyak aspirasinya, jika itu dimaksudkan untuk mendukung kerja KPK saya mengucapkan terima kasih. KPK adalah penegak hukum yang independen. Salam Antikorupsi!" tegas Firli.

Sebagaimana diketahui, baliho kampanye pemberantasan korupsi yang terdapat foto Ketua KPK Firli Bahuri ramai diperbincangkan di media sosial Twitter. Foto baliho itu diunggah oleh akun @bukan_rastaman. Dalam unggahannya, dia turut menuliskan pernyataan, yang mempertanyakan kinerja KPK dipimpin Firli Bahuri.

"Gak heran, baru tahu juga pasang ginian. KPK di rezim orang baik," tulis akun @bukan_rastaman.

Hal ini sempat menuai kritik dari mantan staf humas KPK Ita Khoiriyah. Menurutnya, selama bertugas sebagai humas di KPK terdapat aturan tertulis bahwa kampanye pemberantasan korupsi tidak boleh menggunakan foto pejabat maupun pimpinan di KPK. Menurutnya, kampanye tersebut hanya murni menyampaikan pesan antikorupsi.

"Waktu masih di Humas, semacam ada kesepakatan tak tertulis. Kalau mau bikin promo kampanye, baliho, atau peransos, hindari penggunaan foto pejabat/pimpinan. Murni pesan antikorupsi," kata Ita dalam cuitan pada akun media sosial Twitter miliknya, Jumat (18/2).

Ita salah satu pegawai KPK yang tidak lulus asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) ini menyesalkan adanya baliho dibubuhkan foto Firli Bahuri. Dia lantas mempertanyakan, mengapa hanya foto Firli Bahuri, tidak keseluruhan lima pimpinan KPK.

"Sekarang, nampang dimana-mana. Foto pimpinan cuma 1, pimpinan 4 lainnya kemana ya?" cetus Ita menandaskan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore