
Photo
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, meresmikan Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) pada Jumat(28/1). Komando utama (kotama) baru TNI AU itu menggantikan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Dalam kesempatan itu, Fadjar juga mengukuhkan Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra sebagai panglima Koopsudnas.
Fadjar mengungkapkan, Koopsudnas bakal bertanggung jawab kepada panglima TNI dan KSAU. "Ini adalah sebuah langkah strategis yang sangat menentukan guna mewujudkan unity of command," terang dia usai meresmikan organisasi baru TNI AU tersebut. Dengan langkah itu, koordinasi untuk pengerahan kekuatan Angkatan Udara menjadi lebih ringkas. Seperti Kohanudnas, Koopsudnas juga bertanggung jawab sebagai leading sector pertahanan udara.
KSAU berharap hadirnya Koopsudnas membuat penggunaan kekuatan udara nasional menjadi lebih optimal. "Dimana ada radar, pesawat buru sergap, dan rudal hanud (pertahanan udara Red). Dan juga operasi-operasi udara dukungan seperti angkutan udara, SAR, dan juga pertahanan pangkalan yang dilaksanakan oleh Paskhas yang saat ini berubah menjadi Kopasgat," beber orang nomor satu di TNI AU tersebut.
Sebelumnya, TNI AU memang sudah mengubah nama Korps Pasukan Khas (Paskhas) menjadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Sehingga pasukan khusus Matra Udara itu kini berada di bawah kendali Koopsudnas. "TNI AU mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden dan panglima TNI. Harapan kami, organisasi ini bisa berkembang semakin besar dan modern dengan akan datangnya beberapa alutsista baru," terang dia.
Berkaitan dengan Flight Information Region (FIR) di atas Kepulauan Riau yang perjanjiannya baru saja ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura, KSAU menjelaskan bahwa tugas Koopsudnas juga sangat terkait dengan FIR. "Kami menyesuaikan dan bekerjasama dengan stakeholder terkait seperti Airnav. Ini semua intinya untuk keamanan dan pertahanan di pihak kami dan keselamatan penerbangan juga dari Airnav," tegas Fadjar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
