
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jateng 2021, Senin (17/1).
JawaPos.com - Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah turun hingga 175.740 orang. Hal ini tak lepas dari berbagai program penurunan kemiskinan yang digeber Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Jateng sebesar 4,11 juta orang atau 11,25 persen. Namun pada September 2021, jumlahnya menurun menjadi 3,93 juta orang atau 11,25 persen.
"Ada penurunan kemiskinan 175.740 orang," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam rilis lndeks Kemiskinan dan Ketimpangan Pengeluaran Penduduk BPS Jateng 2021, Senin (17/1).
Jika dihitung sejak periode September 2020 hingga September 2021, angka penurunan kemiskinan menjadi lebih besar. Yakni dari 4,12 juta orang menjadi 3,93 juta orang. Mengalami penurunan 185.920 orang.
Sejalan dengan penurunan angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun mengalami penurunan dari 6,48 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,95 persen pada Agustus 2021.
Adhi mengatakan, penurunan kemiskinan dan pengangguran ini salah satunya karena beragam program bantuan dari pemerintah.
"Bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat membantu penduduk di masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah," papar Adhi.
Photo
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Jateng juga menunjukkan tanda yang menggembirakan. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi naik 2,56 persen (year to year) selama triwulan III 2020 terhadap triwulan III 2021.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng terus menggenjot penurunan kemiskinan. Terutama di lima daerah yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang dan Brebes.
Berbagai program pengentasan kemiskinan terus digeber. Dari pemerintah pusat, kata Ganjar, telah berjalan program bantuan sosial tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan. Selain itu, Pemprov Jateng pun memberikan tambahan dengan berbagi program bantuan dari anggaran gotong royong.
"Inisiatif kita di daerah ada dari CSR dan Baznas. Kita juga punya program satu OPD satu desa miskin," terang Ganjar.
Jateng juga punya beberapa program seperti pembangunan rumah sehat layak huni (RTSH), sambungan listrik gratis, dan jambanisasi. Kemudian, kegiatan yang bersifat empowering atau pemberdayaan.
"Dinas Koperasi UMKM Jateng ada pemberdayaan UMKM, Bank Jateng ada kredit lapak khusus ibu-ibu dengan bunga murah. Lalu di BP3AKB ada pemberdayaan wanita. Semua kita kerahkan untuk bergotong royong dalam upaya pengentasan kemiskinan," pungkas Ganjar. (bay/ria)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
