alexametrics

Turunkan Positivity Rate, Tes-Tracing di Daerah Padat Penduduk

Ganti Istilah PPKM Darurat Ikuti WHO
22 Juli 2021, 13:14:01 WIB

JawaPos.com – Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ataupun mikro. Berganti dengan tingkatan, mulai level 1 hingga 4. Meski, secara substansi sama.

Aturan baru itu dikemas dalam Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM di Jawa-Bali. Dalam inmendagri tersebut, istilah PPKM darurat diubah menjadi PPKM level 4 dan berlaku hingga 25 Juli 2021. ’’Setelah itu, nanti ada evaluasi,” kata Mendagri Tito Karnavian kemarin (21/7).

Selain perubahan sebutan, lanjut dia, substansi yang diatur dalam inmendagri tersebut sama dengan sebelumnya. Khususnya terkait pembagian sektor kritikal, esensial, dan nonesensial. ’’Isinya sebetulnya secara substansi sama dengan PPKM darurat,’’ jelas dia.

Hanya, dalam inmendagri terbaru, pihaknya mengatur penguatan 3T (testing, tracing, treatment) sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan. Yang paling rendah, jika positivity rate mingguan kurang dari 5 persen, jumlah tes per 1.000 penduduk per minggu adalah 1. Yang tertinggi, jika positivity rate mingguan lebih dari 25 persen, jumlah tes per 1.000 penduduk per minggu adalah 15.

Testing tersebut perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate kurang dari 10 persen. “Nah, ini tolong betul-betul dipenuhi dan mohon untuk bisa betul-betul dipedomani,” pintanya.

Untuk telusur (tracing), inmendagri mengharuskan dilakukan sampai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi. Jika hasil pemeriksaan positif, perlu dilakukan isolasi. Sedangkan jika hasil pemeriksaan negatif, perlu dilanjutkan karantina dan dites ulang pada hari ke-5. Jika negatif, pasien dianggap selesai karantina.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/dee/tau/agf/mia/idr/han/c7/c14/fal

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads