
Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) saat menerima vaksin COVID-19 COVID-19 di SDN 03 Pagi Cempaka Putih Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah lewat Kementerian kesehatan mulai memberikan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 - 11 tahun, untuk tahap pertama
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta seluruh kepala daerah di Tanah Air bergerak cepat melakukan vaksinasi Covid-19, termasuk untuk anak 6-11 tahun. Apalagi varian Covid-19 Omicron dinyatakan sudah masuk ke Indonesia.
Adapun, ia juga mengatakan bahwa stok vaksin untuk anak sangat mencukupi. Namun, yang menjadi kendalanya adalah stok menumpuk itu sendiri karena penyelenggaraan vaksinasi di beberapa daerah masih lambat.
“Oleh karena itu kami mendesak kepala-kepala daerah yang di mana angka vaksinasinya masih rendah untuk segera mempercepat vaksinasi, termasuk untuk anak-anak,” ungkap dia kepada wartawan dikutip, Minggu (19/12).
Pihaknya pun berharap vaksinasi untuk anak-anak bisa berjalan dengan baik, bukan saja di Jakarta tapi di seluruh Indonesia. Dengan begitu, anak-anak di Indonesia bisa segera mendapat perlindungan optimal terhadap Covid-19.
Terkait varian Omicron yang teridentifikasi di dalam negeri, ia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Sebab, berdasarkan data yang ada, varian ini tidak meningkatkan tingkat fatalitas dari para pasien.
“Kalau kita lihat dari data-data awal, varian Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih tinggi, tetapi tadi malam Bapak Presiden sudah menyampaikan, kita tidak usah terlalu panik karena data-data awal menunjukkan, kalaupun Omicron sangat menularkan, tetapi belum tentu lebih mematikan dibandingkan varian-varian yang sudah pernah ada sebelumnya,” ujarnya.
Meskipun begitu, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan demi menghentikan penularan Covid-19, termasuk varian Omicron. “Oleh karena itu di luar dari vaksinasi, protokol kesehatan juga tetap harus kita praktikkan secara disiplin. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus tetap memastikan di daerah masing-masing tetap menjaga dan mempraktikkan protokol kesehatan,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tetap waspada jelang momen libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Oleh karena itu, vaksinasi harus dipercepat sekaligus terus tingkatan penerapan protokol kesehatan.
“Apalagi bayang-bayang atau kemungkinan terjadinya gelombang penularan ketiga itu bisa saja terjadi. Ada varian baru dan ada juga kemungkinan mobilitas yang cukup besar dalam beberapa waktu ke depan,” tutup Charles.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
