Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Desember 2021 | 19.33 WIB

Pandemi Covid-19 Dorong Sistem Kesehatan Bertransformasi ke Digital

ILUSTRASI. Masyarakat urban kini gemar mengecek kesehatan sendiri lewat aplikasi. (Shutterstock) - Image

ILUSTRASI. Masyarakat urban kini gemar mengecek kesehatan sendiri lewat aplikasi. (Shutterstock)

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 membuat tren kesehatan berubah. Masyarakat kini lebih mudah dan aman menjangkau akses pelayanan kesehatan secara online.

Saat menutup perhelatan Health Business Gathering di Bali baru-baru ini, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Indonesia siap melakukan transformasi sistem kesehatan. Menurutnya ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk mereformasi sektor kesehatan.

"Karena tidak pernah ada waktu yang lebih tepat untuk transformasi kesehatan," jelasnya seperti dalam keterangan resmi Kemenkes, Rabu (8/12).

Kejadian berbagai masalah kesehatan sulit diprediksi, pandemi Covid-19 misalnya. Masalah tersebut datang pada saat Indonesia belum siap.

"Pada saat itu pemerintah Indonesia harus impor berbagai macam kebutuhan untuk penanggulangi pandemi Covid-19 seperti sarung tangan medis, masker medis, dan alat kesehatan lainnya," kata Dante.

Tidak hanya itu, kata dia, Covid-19 telah menjadikan kesehatan sebagai prioritas nomor satu di semua sektor. Dante mengatakan pemerintah menyadari bahwa pandemi memunculkan kebutuhan untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan.

Maka dari itu dibutuhkan kemandirian farmasi dan alat kesehatan melalui transformasi sistem kesehatan, mencakup ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan. Lalu juga mengembangkan teknologi, digitalisasi, serta bioteknologi.

“Sistem kesehatan Indonesia siap bertransformasi. Kami memiliki enam pilar dan salah satu pilar adalah ketahanan farmasi, alat kesehatan dan bioteknologi, dan itu sudah kami bahas dalam forum (Health Business Gathering) ini,” katanya.

Menurut Dante, hal tersebut dapat diupayakan dengan memperkuat perusahaan farmasi dan perusahaan alat kesehatan, serta pengembangan teknologi, digitalisasi, dan bioteknologi. Ini tentang roadmap ketahanan farmasi dan alat kesehatan.

"Kita harus memiliki vaksin kita sendiri, kita harus memproduksi obat kita sendiri, dan kita harus menggunakan perusahaan fitofarmaka kita sendiri,” tutur Dante.

Strategi yang dilakukan antara lain, untuk vaksin, pemerintah Indonesia akan memproduksinya sebanyak 14 jenis antigen untuk program vaksinasi yang akan digunakan tahun depan. Sementara terkait obat, pemerintah akan memproduksi 6 dari 10 bahan baku obat terbesar yang paling sering digunakan.

Selanjutnya untuk fitofarmaka, Dante menjelaskan pemerintah akan mencoba untuk meningkatkan produksi dalam negeri 16 dari 19 perangkat medis yang paling sering digunakan di Indonesia.

“Kita harus memperkuat kemitraan publik-swasta, tidak hanya untuk mengatasi pandemi, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara luas. Kita juga harus memberdayakan kapasitas penelitian untuk pengembangan dan produksi produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri,” jelas Dante.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore