
ILUSTRASI. Masyarakat urban kini gemar mengecek kesehatan sendiri lewat aplikasi. (Shutterstock)
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 membuat tren kesehatan berubah. Masyarakat kini lebih mudah dan aman menjangkau akses pelayanan kesehatan secara online.
Saat menutup perhelatan Health Business Gathering di Bali baru-baru ini, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Indonesia siap melakukan transformasi sistem kesehatan. Menurutnya ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk mereformasi sektor kesehatan.
"Karena tidak pernah ada waktu yang lebih tepat untuk transformasi kesehatan," jelasnya seperti dalam keterangan resmi Kemenkes, Rabu (8/12).
Kejadian berbagai masalah kesehatan sulit diprediksi, pandemi Covid-19 misalnya. Masalah tersebut datang pada saat Indonesia belum siap.
"Pada saat itu pemerintah Indonesia harus impor berbagai macam kebutuhan untuk penanggulangi pandemi Covid-19 seperti sarung tangan medis, masker medis, dan alat kesehatan lainnya," kata Dante.
Tidak hanya itu, kata dia, Covid-19 telah menjadikan kesehatan sebagai prioritas nomor satu di semua sektor. Dante mengatakan pemerintah menyadari bahwa pandemi memunculkan kebutuhan untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan.
Maka dari itu dibutuhkan kemandirian farmasi dan alat kesehatan melalui transformasi sistem kesehatan, mencakup ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan. Lalu juga mengembangkan teknologi, digitalisasi, serta bioteknologi.
“Sistem kesehatan Indonesia siap bertransformasi. Kami memiliki enam pilar dan salah satu pilar adalah ketahanan farmasi, alat kesehatan dan bioteknologi, dan itu sudah kami bahas dalam forum (Health Business Gathering) ini,” katanya.
Menurut Dante, hal tersebut dapat diupayakan dengan memperkuat perusahaan farmasi dan perusahaan alat kesehatan, serta pengembangan teknologi, digitalisasi, dan bioteknologi. Ini tentang roadmap ketahanan farmasi dan alat kesehatan.
"Kita harus memiliki vaksin kita sendiri, kita harus memproduksi obat kita sendiri, dan kita harus menggunakan perusahaan fitofarmaka kita sendiri,” tutur Dante.
Strategi yang dilakukan antara lain, untuk vaksin, pemerintah Indonesia akan memproduksinya sebanyak 14 jenis antigen untuk program vaksinasi yang akan digunakan tahun depan. Sementara terkait obat, pemerintah akan memproduksi 6 dari 10 bahan baku obat terbesar yang paling sering digunakan.
Selanjutnya untuk fitofarmaka, Dante menjelaskan pemerintah akan mencoba untuk meningkatkan produksi dalam negeri 16 dari 19 perangkat medis yang paling sering digunakan di Indonesia.
“Kita harus memperkuat kemitraan publik-swasta, tidak hanya untuk mengatasi pandemi, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara luas. Kita juga harus memberdayakan kapasitas penelitian untuk pengembangan dan produksi produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri,” jelas Dante.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
