Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 September 2021 | 20.13 WIB

KNTI Pertanyakan Otoritas Tertinggi Penindakan Illegal Fishing

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. M. Yassin Kosasih, menunjukan barang bukti  dua kapal Asing beserta ABK yang diamankan saat ekspos di Pelabuhan Batuamapar, Selasa (8/6). Dua kapal Vietnam tersut ditangkap dipariran Natuna karena melakuka - Image

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. M. Yassin Kosasih, menunjukan barang bukti dua kapal Asing beserta ABK yang diamankan saat ekspos di Pelabuhan Batuamapar, Selasa (8/6). Dua kapal Vietnam tersut ditangkap dipariran Natuna karena melakuka

JawaPos.com - Kapal asing asal Tiongkok baru-baru ini memasuki perairan Natuna Utara. Hal ini pun menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia belum berdaulat di dalam wilayahnya. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) pun meminta kepada pemerintah untuk segera menindaklanjuti hal tersebut.

"Ini perlu ada kordinasi antara berbagai pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan itu. KKP punya PSDKP (pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan), ada Bakamla (Badan Keamanan Laut) dan TNI Angkatan Laut," ujar Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan kepada JawaPos.com, Senin (20/9).

Hal ini pun menjadi salah satu momentum untuk mengetahui siapa otoritas tertinggi untuk melakukan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap kapal-kapal asing di laut Indonesia.

"Sehingga masing-masing tidak menunggu," tuturnya.

Dia menilai tidak adanya segera penindakan lanjut ini karena masing-masing pihak bergerak sendiri. Ditambah lagi masalah terkait keterbatasan anggaran dan armada.

"Kalau terbatas itu kan kalau dilakukan sendiri, kalau bersama-sama, ada sinergi kerjasama, meskipun ada keterbatasan di masing-masing institusi, kalau dilakukan secara kompak menurut saya itu bisa kita selesaikan," terang Dani.

Selain itu, dukungan infrastruktur perlu dilakukan untuk bisa menjaga kedaulatan Indonesia. "Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada diteritori laut kita yang luas ini harus didukung oleh infrastruktur yang juga kuat. Perlu armada pengawasan, tetapi itu bisa di backup dengan armada perikanan," pungkas dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore