
Petugas mengurai sampah di Dipo pembuangan Sampah di Kawasan Tebet Timur Raya, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Proses daur ulang sampah plastik yang meliputi kegiatan pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan dan pencacahan menjadi biji plastik tersebut me
JawaPos.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, pemerintah menargetkan pengurangan sampah di Indonesia sebesar 30 persen.
Pemerintah juga mengapresiasi sejumlah perusahaan yang kini sudah mulai fokus dengan masalah pengurangan sampah kemasan produknya. Salah satunya Nestle Indonesia yang sedang melakukan studi kemasan isi ulang dan pendekatan inovatif kemasan ramah lingkungan.
"Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi sampah di Indonesia sebesar 30 persen dan mengelola 70 persen sampah pada 2025. Tentu saja kami mengapresiasi upaya dan inisiatif Nestlé Indonesia untuk melakukan studi kemasan isi ulang dan pendekatannya ke konsumen,” ujar Rosa dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (14/9).
Pemerintah juga, lanjut Rosa, berharap agar inisiatif seperti ini dapat menjadi pembelajaran yang baik untuk semua pemangku kepentingan dan membantu mengurangi sampah kemasan plastik di Indonesia.
Sementara itu, President Director, PT Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan 100 persen kemasannya dapat didaur ulang atau digunakan kembali dan mengurangi sepertiga penggunaan resin plastik baru pada 2025.
Ganesan memaparkan, untuk mewujudkan komitmen tersebut, pihaknya dengan dukungan Nestle R&D Accelerator di Singapura dan bekerja sama dengan Siklus melakukan studi pengembangan kemasan menggunakan sistem isi ulang di Tebet Barat Dalam, Jakarta, Indonesia.
Menurutnya, kerja sama dengan Siklus, akan memungkinkan kami mengukur manfaat positif sistem kemasan isi ulang terhadap lingkungan, serta penerimaan dan pengalaman berbelanja konsumen
“Sampah kemasan plastik dan pengelolaan sampah telah menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Nestle Indonesia berkomitmen untuk berfokus pada mengurangi sampah kemasan plastik dan menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan ungkapnya.
Sementara, CEO & Co-Founder Siklus Jane von Rabenau mengungkapkan, studi pengembangan kemasan dengan sistem isi ulang akan berlangsung selama 3 bulan di daerah Tebet, Jakarta dan PT Nestlé Indonesia menjamin kualitas dan keamanan produk-produk yang akan didistribusikan.
“Sepeda Siklus akan mendistribusikan produk makanan dan minuman Milo, Dancow, dan Koko Krunch di daerah perumahan atau konsumen bisa memesan melalui aplikasi,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
