
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengatakan seluruh sekolah harus menerapkan belajar tatap muka terbatas. Dia mengatakan tempat-
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menuai kontroversi. Mereka kembali disorot setelah nominal renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem Makarim yang sebesar Rp 6,5 miliar mencuat ke publik.
Adapun diketahui bahwa pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp 6,5 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 5.391.858.505. Angka tersebut tercantum dalam laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemendikbudristek.
Nama proyek tender ini adalah Penataan Ruang Kerja dan Ruang Rapat Gedung A, dengan satuan kerja yang memegang pekerjaan konstruksi tersebut adalah Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbudristek. Pengerjaan tersebut menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2021.
Mengenai hal tersebut, Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto menyampaikan, renovasi ini dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hal ini menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi dan penambahan Pimpinan Tinggi Madya/pejabat Eselon I Staf Ahli Menteri sebanyak 5 orang.
"Renovasi dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja Staf Khusus Menteri, serta ruangan Menteri," ungkap dia dalam keterangannya, Jumat (10/9).
"Selain itu, urgensi penataan ruangan di lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek adalah untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan," sambung dia.
Berdasarkan data Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, renovasi pada lingkungan Gedung A terakhir kali dilakukan untuk memperbaiki ruangan perpustakaan yang berada di lantai 1 pada tahun 2016. Sementara, pembongkaran relief di Plaza Insan Berprestasi pada tahun 2019.
"Sedangkan renovasi pada ruangan kerja Menteri dan para Staf Ahli sudah lama tidak dilakukan," ungkap Anang.
Sebelumnya, Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra. Disampaikan bahwa seharusnya orang sekelas menteri memiliki empati yang tinggi atas apa yang terjadi pada dunia pendidikan, bukan menghamburkan uang untuk renovasi belaka.
"Seharusnya menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perilaku berkebudayaan, yaitu sense of crisis dan sikap empati untuk membantu anak didik yang terkapar dan menolak menggunakan anggaran untuk hal tidak urgen," ungkap dia dalam akun Twitter-nya @Prof_Azyumardi dikutip, Jumat (10/9).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
