
Karyawan dan pemilik toko di Tangcity Mall mengikuti Vaksinisasi gelombang II Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Ballroom Novotel Tangerang, pada Senin,(1/3/21). Pelaksanaan vaksinasi periode dua untuk pekerja pelayan
JawaPos.com - Program vaksinasi yang dicanangkan dalam tahun ini diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia kembali tumbuh 5 persen akibat hantaman pandemi. Karena dalam kurun satu tahun terakhir, ekonomi Indonesia terkontraksi akibat virus Covid-19 yang menular dengan sangat cepat dan menimbulkan kesakitan, bahkan kematian.
“Setelah kita divaksin, maka kita merasa tenang, teman-teman juga merasa tenang, sehingga kita bisa bekerja dan berproduksi,” kata Chairman Indonesia Health Economic Association, Hasbullah Thabrany dalam keterangannya, Rabu (5/5).
Dia menyampaikan, secara umum kajian ilmiah menunjukkan bahwa investasi vaksin satu dolar bisa menghasilkan keuntungan ekonomi delapan dolar.
"Katakanlah kita belanja vaksin tahun ini Rp 100 Triliun, namun begitu ekonomi kita tumbuh dengan proyeksi 5 persen, itu luar biasa dampaknya,” ucap Hasbullah.
Hasbullah mengharapkan, semua pemangku kepentingan, pemimpin nasional maupun daerah, sama-sama memperjuangkan vaksinasi sebagai salah satu cara paling efektif, efisien, dan paling cepat untuk memulihkan kesehatan diri dan sekaligus menggerakkan ekonomi di masa depan.
Dia tak memungkiri, sebagian kecil masyarakat memang masih belum memahami manfaat vaksin bagi kepentingan bersama. Karena itu, cara terbaik untuk memberikan kesadaran dan ketenangan bagi keraguan masyarakat adalah dengan memberikan contoh langsung oleh pimpinan dan tokoh masyarakat.
Karena itu, masyarakat perlu diberi pendekatan komunikasi yang lebih baik, agar memahami bahwa kepentingan program vaksinasi adalah kepentingan bersama dan berdampak luas bagi ekonomi nasional. Sehingga pemerintah diharapkan mampu melaksanakan program vaksinasi Covid-19 yang terhitung masif dengan menyasar 181 juta rakyat Indonesia.
“Vaksinasi bukan hal baru bagi Indonesia, kita sudah menjalankannya sejak 50 tahun lalu, mulai dari vaksinasi cacar, polio, BCG, dan sebagainya,” ungkap Hasbullah.
Dia menyebut, dalam kondisi pandemi global seperti ini, vaksin Covid-19 jadi rebutan negara lain, hingga kemudahan akses vaksin Covid-19 perlu dikontrol. “Oleh karena itu perlu adanya kerja sama vaksin melalui organisasi COVAX yang bersama-sama menjamin negara-negara yang kurang beruntung tetap mendapat akses vaksin. Kita bersyukur punya Bio Farma dan berkomitmen dengan COVAX. Tapi kembali lagi, suplai vaksin menjadi kunci kecepatan program vaksinasi kita,” pungkas Hasbullah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
