Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 April 2021 | 18.47 WIB

BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinopharm

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (tengah) memberikan keterangan pers terkait hasil pengujian terhadap cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam produk obat yang mengandung Ranitidin, di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (11/10/2019 - Image

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (tengah) memberikan keterangan pers terkait hasil pengujian terhadap cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam produk obat yang mengandung Ranitidin, di Kantor BPOM, Jakarta, Jumat (11/10/2019

JawaPos.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinopharm. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Tiongkok, yakni China National Pharmaceutical Group dan akan digunakan untuk program vaksinasi gotong-royong.

"Hari ini kami menyampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan EUA untuk vaksin Beijing Bio Institut Biological Product yang merupakan anak usaha dari China National Pharmaceutical Group," ungkap Kepala BPOM Penny Lukito dalam telekonferensi pers, Jumat (30/4).

Dikatakan bahwa dari uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab dengan 42 ribu relawan, vaksin memiliki efikasi sebesar 78 persen. Kemudian, imogenitasnya pasca vaksinasi dosis kedua mencapai 100 persen.

Baca Juga: CDC AS Beri Penjelasan Soal Radang Jantung dan Vaksin Covid-19

"Imogenitasnya setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua, persentase relawan yang terbentuk antibodinya sebesar 99,52 persen pada orang dewasa dan 100 persen pada lansia," ujarnya.

Secara umum, keamanan daripada vaksin dapat ditoleransi dengan baik. Untuk efek samping yang sering terjadi adalah kategori ringan, yakni bengkak, rasa sakit dan kemerahan.

"Itu masuk kategori ringan, sekitar 0,01 persen (kejadiannya). Lalu efek samping sistemik (berat) adalah sakit nyeri kepala, nyeri otot. Itu juga sangat kecil 0,01 persen," tambah Penny.

Adapun, vaksin Sinopharm yang tiba hari ini merupakan vaksin ketiga yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong-royong. Sebelumnya, hadir terlebih dahulu Sinovac dan AstraZeneca. Pengecekan kelulusan produk adalah 2 sampai 3 hari yang setelahnya dapat digunakan dan didistribusikan.

"Kimia farma bertanggungjawab untuk pendistribusian. BPOM akan melakukan pengawalan, baik dalam pengiriman serta penyimpanan agar sesuai mutunya," pungkas dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=b5bLE0qKL3g

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore