Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 April 2021 | 18.39 WIB

Lucky Membelot ke KKB, Danton Hingga Danyon Diminta Tanggung Jawab

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Pengejaran terhadap Lucky Y. Matuan yang memilih bergabung dengan KKB pada Februari lalu terus berlanjut. Berdasar data dari Mabes TNI AD, Lucky menjadi anggota TNI sejak 2015. Saat membelot dia berstatus sebagai personel Batalyon Infanteri 410/Alugoro.

"Dia berusia 24 tahun, lahir dan besar di Wamena dan ditempatkan di salah satu batalyon infanteri di Jawa Tengah," terang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta, Selasa (20/4). Lucky yang biasa dipanggil Lukius tersebut meninggalkan satuannya ketikan ditugaskan di Papua.

Menurut Andika, operasi itu berada di bawah kendali Mabes TNI. Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Langkah-langkah strategis ditempuh oleh TNI AD dan jajaran di Papua. Sebab, meski meninggalkan pos tanpa membawa senjata api, lukius membawa dua unit magasin dengan total munisi sebanyak 70 butir. "Amunisi 5,56 milimeter itu yang dibawa," imbuh Andika. Pengejaran terhadap Lukius dan anggota KBB lainnya masih berlangsung. Terakhir, TNI AD mendapat informasi lokasi keberadaan yang bersangkutan.

Andika memang tidak menyebut lokasi persis Lukius saat ini. Yang pasti, dia belum lari ke luar negeri. "Pencarian kepada yang bersangkutan terus dilakukan. Baik secara fisik maupun elektronik. Dan saya dapat laporan keberadaan, tetapi masih secara umum, (Lukius) masih ada di Papua," bebernya. Selain pengejaran, evaluasi juga dilakukan oleh TNI AD. Tidak hanya kepada personel yang berada di lapangan, evaluasi itu menyasar rantai komando. "Tidak hanya melihat individu yang melakukan tindak pidana. Tetapi, bagaimana leadership atau kepemimpinan di atas-atasnya," tambah dia.

Orang nomor satu di TNI AD itu memastikan, konsekuensi tindakan Lukius juga akan dirasakan oleh pimpinan-pimpinan prajurit yang sebelum membelot ke KKB masih berpangkat pratu itu. "Komandan peletonnya yang pangkatnya letnan itu, gimana komandan kompinya, apa yang sudah dilakukan, sampai dengan komandan batalyon," beber Andika. Dia ingin semuanya bertanggung jawab. "Sehingga mereka bisa lebih teliti lagi," sambung mantan komandan Pasukan Pengamanan Presiden (paspampres) itu.

Baca juga: Pratu Lucky Membelot ke KKB, KSAD: Saya dapat Laporan Keberadaannya!




Menurut Andika itu penting agar hal serupa tidak terulang. Apalagi bila mengingat personel TNI yang meninggalkan satuan tanpa alasan jelas. TNI AD mengakuai jumlahnya tidak sedikit. Bahkan selalu terjadi setiap tahun. Untuk itu, butuh terobosan supaya kejadian-kejadian serupa tidak berulang.



Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore