
Bambang Brodjonegoro di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kemenristek segera dilebur dengan Kemendikbud. Di pengujung masa tugasnya sebagai Menristek, Bambang Brodjonegoro menyampaikan sejumlah pesan. Di antaranya mendorong supaya usaha rintisan atau startup di Indonesia terus bermunculan. Baik itu di lingkungan pendidikan tinggi, lembaga penelitian, atau lainnya.
Bambang mengatakan ekosistem inovasi di Indonesia semakin kuat. Di antaranya melalui penguatan triple helix. Yaitu kolaborasi antara dunia penelitian, dunia usaha, dan pemerintah sebagai regulator.
"Untuk menunjang ekosistem lebih lengkap, para peneliti perlu terus mendorong lahirnya startup," kata Menristek Bambang dalam sebuah webinar, Rabu (14/4).
Lebih spesifik lagi Bambang mengatakan startup yang harus didorong supaya terus bertumbuh adalah startup berbasis teknologi. Selain itu, dia mengatakan Indonesia masih butuh lebih banyak entrepreneur atau wirausahawan sehingga bisa membawa teknologi yang mereka kembangkan.
"Ini kunci Indonesia jadi negara maju," jelasnya.
Jadi, ke depan orang kaya di Indonesia bukan lagi yang memiliki industri rokok. Atau juga bukan lagi yang memiliki tambang batu bara atau pemain impor dan ekspor. Tetapi pengusaha yang besar karena daya saing dan memanfaatkan teknologi. Bambang juga mengapresiasi geliat perguruan tinggi untuk menumbuhkan startup berbasis teknologi.
Salah satu perguruan tinggi yang baru saja meluncurkan startup berbasis teknologi adalah Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Melalui Pusat Inkubator dan Bisnis Kewirausahaan (PIBK), UMJ menghadirkan startup marketplace atau e-commerce bernama Xpooz.
Koordinator tim IT PIBK-UMK Jumail menuturkan aplikasi e-commerce Xpooz merupakan pioner marketplace di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyah (PTMA). Dia menjelaskan Xpooz menjadi marketplace untuk produk-produk dari kampus, mahasiswa, dosen, karyawan, sampai alumni dan mitra UMJ.
Rektor UMJ Endang Sulastri menyampaikan rasa bangga atas lahirnya inovasi e-commerce tersebut. Menurut Endang, kampusnya selama ini menaruh perhatian serius pengembangan jiwa kewirausahaan para mahasiswanya. Terlebih dengan berlakunya kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbud saat ini.
’’Kehadiran Xpooz menjadi praktik langsung pengembangan kewirausahaan usai mahasiswa memperoleh teori di dalam kelas,’’ katanya. Melalui kegiatan pengembangan itu, dia berharap mahasiswa nantinya siap menjadi entrepreneurship dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
