Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Maret 2021 | 12.15 WIB

Islah: Bom Makassar itu Reaksi Teroris Karena Terungkap Pendanaannya

Personil Brimob mengamankan lokasi saat penggerebekan di rumah terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Dari hasil penggerebekan ditemukan barang bukti berupa lima bom aktif dan jenis bom sumbu yang siap digunakan, lima toples besar ba - Image

Personil Brimob mengamankan lokasi saat penggerebekan di rumah terduga teroris di Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Dari hasil penggerebekan ditemukan barang bukti berupa lima bom aktif dan jenis bom sumbu yang siap digunakan, lima toples besar ba

JawaPos.com - Masyarakat tidak perlu terprovokasi dan takut dengan insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Pasalnya, Densus 88 Polri bakal segera membongkar sel-sel teroris.

"Tentunya aparat keamanan seperti Densus 88 itu tidak pernah berhenti. Ketika kita tidur, mereka bangun. Ketika kita diam, mereka bergerak," kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Senin (29/3).

Menurut Islah, sebagian masyarakat ada yang antipati menyikapi penangkapan terduga teroris. Penyebabnya antara lain karena masyarakat tidak curiga dengan keseharian orang-orang yang ditangkap.

Islah mengatakan, tujuan teroris adalah menekan pemerintah dan masyarakat. Teroris ingin pemerintah bertekuk lutut, sehingga mereka bisa menguasai pemerintahan. Ketika semua menyerah, mereka berharap, akan lebih mendapat pengakuan dari masyarakat.

"Apapun tujuan teror mereka itu sebenarnya bukan hanya surga, tapi juga ingin menguasai negara ini, menguasai pemerintahan ini," imbuhnya.

Konsep seperti itu, kata dia, sudah lama ada. Artinya, kata dia, teroris selalu melawan pemerintahan dan akan berhenti sampai mereka berkuasa. Karena itu, sudah tepat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar masyarakat tidak takut menyikapi teror bom.

"Ini bukan hanya soal menciptakan kepanikan dan ketakutan, tapi mereka ingin membuat semua orang bertekuk lutut terhadap mereka," ujar Islah.

Diungkapkanya, ada sekitar 400 terduga teroris ditangkap pada 2020. Tahun ini sudah hampir 100 ditahan. Islah menilai, teroris di Indonesia saat ini sudah terpukul. Apalagi jalur pendanaan mereka yang diduga lewat kotak amal dalam pengawasan PPATK dan Polri.

"Karena mulai terungkapnya jalur pendanaan itu, membuat mereka kesulitan. Karena terorisme tidak bisa lepas dari pendanaan," ujarnya.

Karena itu, lanjut Islah, teror bom di Makassar merupakan reaksi teroris terhadap penangkapan-penangkapan dan jalur pendanaan mereka yang terus terjepit. Ketika, transaksi elektronik diendus PPATK.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KKlgjESsMSs

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore