
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Bupati Banyumas Achmad Husein di sela kunjungan di Sentra Vaksinasi Banyumas, kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (6/8). Sumarwoto/Antara
JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak di berbagai lini kehidupan, salah satunya yang paling terpukul adalah sektor ekonomi. Banyak yang kehilangan pekerjaan maupun usahanya, sehingga berpotensi memunculkan warga miskin baru. Untuk mengatasi angka kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berinovasi dengan me-launching aplikasi Silap (Sistem Pelaporan Online) Corporate Social Responsibility (CSR).
Aplikasi ini diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (2/3). Silap CSR dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat pelaporan program atau kegiatan dan rencana pelaksanaan program CSR oleh perusahaan, BUMN, dan BUMD.
“Mudah-mudahan Silap-CSR bisa terkonsolidasi dengan baik,” ujar Ganjar usai rapat evaluasi Desa Dampingan 2020 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah sudah dilakukan melalui sejumlah program. Di antaranya adalah Desa Dampingan, Satu OPD Satu Desa. Saat ini sudah dilakukan evaluasi terhadap program tersebut.
“Ini Pak wagub sudah melakukan evaluasi untuk tiap OPD (organisasi perangkat daerah) yang mendampingi desa miskin. Rasa-rasanya hasilnya ada, tapi belum menggembirakan, karena ada Covid-19. Jadi ke depan gerakannya perlu dilebarkan,” papar Ganjar.
Guna mengatasi kemiskinan, Ganjar mendorong OPD untuk bisa menjembatani kerja sama pihak lain, seperti BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan perusahaan. Sehingga semua pihak bisa saling bersinergi untuk membantu mengurangi angka kemiskinan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat dan Penerapan Protokol Kesehatan Tempat Pengelolaan Pangan merupakan kerja keras semua pihak yang mendukung penerapan prokes di pengelolaan pangan Jateng.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo (kiri) (Istimewa)
Ganjar pun meminta dinas sosial benar-benar menyiapkan data valid tentang masyarakat miskin di Jateng. “Komunikasi dengan mensos, kalau perlu sampai wapres. Dan prioritaskan mereka (desa) yang berada di paling bawah,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menuturkan, evaluasi kali ini sebenarnya untuk merumuskan terkait program pendampingan desa oleh OPD. Sebab, sejak tahun lalu, Covid-19 menjadi kendala utama.
“Sebenarnya sudah ada penurunan. Tapi karena pandemi Covid-19, ada kenaikan dari 750 desa menjadi 764, karena kondisinya seperti ini. Jadi, kita benar-benar assesment lagi,” papar dia.
Sampai saat ini sejumlah program pengentasan kemiskinan terus digenjot. Selain pendampingan Satu OPD Satu Desa, juga melalui Silap-CSR yang baru saja di-launching.
Aplikasi baru ini, kata wagub, akan memudahkan pemprov untuk mengarahkan program-program CSR dalam membantu penanganan kemiskinan di Jateng. Sehingga bisa lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin.
Program yang dijalankan arahnya bukan sekadar fisik, seperti rehab rumah tak layak huni (RTLH), jambanisasi dan lain-lain. Tapi juga program pemberdayaan, seperti pelatihan-pelatihan kepada masyarakat.
“Aplikasi (Silap-CSR) ini untuk memudahkan kami mengarahkan CSR dalam membantu penanganan kemiskinan. Bukan mengambil, tapi mengarahkan ada berapa nominal dan akan diarahkan ke bidang apa,” pungkas wagub.(Eno)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
