Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Februari 2021 | 03.23 WIB

TNI-AU Datangkan Pesawat Tempur Buatan AS dan Prancis

Prajurit TNI Angkatan Udara unjuk kebolehan akrobatik pesawat tempur dalam rangka HUT ke-74 TNI di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. Foto: Dery Ridwansah/ Ja - Image

Prajurit TNI Angkatan Udara unjuk kebolehan akrobatik pesawat tempur dalam rangka HUT ke-74 TNI di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. Foto: Dery Ridwansah/ Ja

JawaPos.com – TNI-AU bakal menambah sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern. Di antaranya, pesawat tempur dari Amerika Serikat dan Prancis.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memastikan pesawat tempur dan pesawat angkut masuk dalam jajaran alutsista yang didatangkan mulai tahun ini sampai 2024. Pengadaan alutsista-alutsista tersebut merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memperkuat TNI-AU.

Khusus pesawat tempur, Fadjar mengungkapkan bahwa yang akan memperkuat TNI-AU adalah pesawat tempur buatan AS dan Prancis. ”Beberapa alutsista tersebut adalah pesawat multirole combat aircraft, F-15 EX, dan Dassault Rafale,” kata Fadjar dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-AU di Mabes TNI-AU, Jakarta Timur, kemarin (18/2).

Selain itu, ada radar GCI, pesawat berkemampuan airborne early warning, dan pesawat tanker multirole tanker transport. Ada juga pesawat angkut C-130 J, UCAV berkemampuan MALE, dan alutsista-alutsista lainnya. TNI-AU juga bakal memenuhi kebutuhan alutsista seperti modernisasi pesawat tempur. ”Pelaksanaannya dimulai tahun ini,” ujarnya.

Dengan program-program tersebut, Fadjar menekankan bahwa seluruh jajaran TNI-AU harus bersiap diri. Yakni, memastikan sumber daya manusia atau prajurit memiliki kemampuan terbaik.

Fadjar menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Mabes TNI telah berupaya menambah kekuatan matra udara. ”Beberapa kali kami harus merevisi pengusulan alutsista yang terus disesuaikan dengan berbagai kondisi global maupun kemampuan negara,” ungkapnya.

Baca juga: Respons AS Terkait Aktivitas Militer Tiongkok di Laut China Selatan

Selama ini TNI memang sudah punya pedoman postur, rencana strategis (renstra), dan minimum essential force (MEF). Namun, pengadaan alutsista juga sangat bergantung pada berbagai faktor yang tidak jarang berubah secara dinamis. Karena itu, TNI-AU bersama Kemenhan dan Mabes TNI berusaha mencari jalan untuk mendapatkan alutsista terbaik. Yaitu, alutsista yang mampu memenuhi operational requirements, aspek commonality, transfer of technology, serta sesuai dengan kemampuan negara dan kondisi TNI-AU.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=1r5c3KOY1bc

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore