
Prajurit TNI Angkatan Udara unjuk kebolehan akrobatik pesawat tempur dalam rangka HUT ke-74 TNI di Taxi Way Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Perayaan HUT ke-74 TNI mengangkat tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat. Foto: Dery Ridwansah/ Ja
JawaPos.com – TNI-AU bakal menambah sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern. Di antaranya, pesawat tempur dari Amerika Serikat dan Prancis.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memastikan pesawat tempur dan pesawat angkut masuk dalam jajaran alutsista yang didatangkan mulai tahun ini sampai 2024. Pengadaan alutsista-alutsista tersebut merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memperkuat TNI-AU.
Khusus pesawat tempur, Fadjar mengungkapkan bahwa yang akan memperkuat TNI-AU adalah pesawat tempur buatan AS dan Prancis. ”Beberapa alutsista tersebut adalah pesawat multirole combat aircraft, F-15 EX, dan Dassault Rafale,” kata Fadjar dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-AU di Mabes TNI-AU, Jakarta Timur, kemarin (18/2).
Selain itu, ada radar GCI, pesawat berkemampuan airborne early warning, dan pesawat tanker multirole tanker transport. Ada juga pesawat angkut C-130 J, UCAV berkemampuan MALE, dan alutsista-alutsista lainnya. TNI-AU juga bakal memenuhi kebutuhan alutsista seperti modernisasi pesawat tempur. ”Pelaksanaannya dimulai tahun ini,” ujarnya.
Dengan program-program tersebut, Fadjar menekankan bahwa seluruh jajaran TNI-AU harus bersiap diri. Yakni, memastikan sumber daya manusia atau prajurit memiliki kemampuan terbaik.
Fadjar menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Mabes TNI telah berupaya menambah kekuatan matra udara. ”Beberapa kali kami harus merevisi pengusulan alutsista yang terus disesuaikan dengan berbagai kondisi global maupun kemampuan negara,” ungkapnya.
Baca juga: Respons AS Terkait Aktivitas Militer Tiongkok di Laut China Selatan
Selama ini TNI memang sudah punya pedoman postur, rencana strategis (renstra), dan minimum essential force (MEF). Namun, pengadaan alutsista juga sangat bergantung pada berbagai faktor yang tidak jarang berubah secara dinamis. Karena itu, TNI-AU bersama Kemenhan dan Mabes TNI berusaha mencari jalan untuk mendapatkan alutsista terbaik. Yaitu, alutsista yang mampu memenuhi operational requirements, aspek commonality, transfer of technology, serta sesuai dengan kemampuan negara dan kondisi TNI-AU.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1r5c3KOY1bc

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
