
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik turun dari tangga usai dimintai keterangan di Menteng, Jakarta, Senin (14/12/2020). Selain Kapolda Metro Jaya, Komnas HAM juga menggali keterangan Direktur Utama PT J
JawaPos.com - Komisi Asasi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan sudah mengumpulkan bahan insvestigasi tewasnya enam laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Semua bahan yang dikumpulkan masih dilakukan pendalaman.
’’Kami sedang mendalami semua bahan yang kami miliki, khususnya terkait kronologi dan krontruksi peristiwa pasca kami memeriksa petugas polisi dan saksi saksi FPI,’’ kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dikonfirmasi, Minggu (27/12).
Anam menyampaikan, investigasi yang dilakukan Komnas HAM akan ditelaah oleh ahli untuk menemukan hasil dari investigasi tersebut. ’’Iya kami akan meminta keterangan ahli,’’ ujar Anam.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Direktur Jasa Marga Syubakti Syukur telah diperiksa Komnas HAM dalam peristiwa tewasnya enam laskar FPI.
Syubakti Syukur mengaku CCTV di Tol Jakarta-Cikampek tidak merekam peristiwa bentrokan yang terjadi antara Polri dengan laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, saat peristiwa itu terjadi pada Senin (7/12) dini hari, terdapat 23 CCTV yang mengalami gangguan.
’’Kalau di luar yang 23 itu, sekian jam, sekian jam itu dari jam 4.50 atau jam 5 sampai 4 besoknya itu di 23 titik itu enggak kekirim data, enggak ada rekaman,’’ kata Syubakti di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (14/12).
Namun dia membantah CCTV di Tol Jakarta-Cikampek mengalami kerusakan. Tetapi memang terdapat gangguan pengiriman data pada CCTV KM 48 sampai 72. ’’Iya untuk 23 CCTV yang di KM 49–72 (tidak merekam), tapi di lainnya di gerbang jangan salah di sepanjang jalur itu kan ada lajur gerbang. Hanya yang di lajur-lajur aja tapi di gerbang-gerbang ada semua,’’ ucap Syubakti.
Untuk diketahui, peristiwa itu memunculkan dua versi. Sehingga menimbulkan simpangsiur informasi di tengah masyarakat. Pihak FPI pun membantah kepemilikan senjata api dalam peristiwa tersebut. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=i-2OX1OpdNM

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
