
Massa melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Rabu (28/10/2020). Dalam aksinya, mereka meminta Presiden Joko Widodo membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja melalui Perppu. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - 32 serikat buruh rencananya akan kembali menggelr unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja disekitar Istana Negara. Selain itu, sejumlah ormas Islam jugà akan menggelar aksi massa di depan Gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis terkait penghinaan nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh Presiden Prancis.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengimbau, aksi unjuk rasa dilakukan secara tertib dan damai. Dia meminta para demonstran mewaspadai adanya provokasi dan hasutan untuk membuat demo menjadi anarkis.
“Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat baik di Jakarta atau pun di daerah yang ingin menyampaikan aspirasi untuk tetap tertib, damai dan mematuhi aturan hukum yang berlaku," kata Argo dalam keterangan tertulis, Senin (2/11).
Argo menyarakankan, kelompok buruh yang hendak mengawal jalannya sidang uji materi Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja bisa memantau secara daring. Sehingga tidak menimbulkan kerumuman massa yang berpotensi meningkatkan potensi penularan Covid-19.
Baca juga: Ada Demo di Istana dan Kedubes Prancis, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin
“Cukup perwakilan saja tidak usah membawa massa dalam jumlah besar. Hal ini karena pandemi Covid-19 masih berlangsung,” jelas Argo.
Kendati demikian, Argo memastikan Polri tetap menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi massa turun ke jalan. “Kami siap mengamankan aksi para buruh dan Ormas Islam," tegasnya.
Diketahui, 32 serikat buruh dijadwalkan agar menggelar aksi massa serentak di 24 provinsi. Kelompok yang berunjuk rasa seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, dan Gerakan Kesejahteraan Nasional. Di wilayah Jabotabek, demonstrasi akan dipusatkan di Istana Negara dan Istana Negara.
Sedangkan unjuk rasa di Kedubes Prancis ada 3 ormas Islam yakni GNPF Ulama, Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Demo ini merespon pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=wKvY7qr2CDo&ab_channel=jawapostvofficial

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
