
Jemaah saat melakukan shalat Jumat di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat (5/5/2020). Pengurus Masjid Cut Mutia, Gambir, Jakarta Pusat menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap para jamaah yang akan melaksanakan Sholat Jumat. Foto: Dery Ridwansah/ J
JawaPos.com – Rencana Kementerian Agama (Kemenag) menyusun naskah khotbah Jumat sepertinya sudah cukup matang. Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan, paling lambat program itu digulirkan Januari tahun depan.
Kamaruddin mengatakan, tidak tertutup kemungkinan Kemenag juga menyiapkan naskah khotbah Jumat dengan menggunakan bahasa daerah. Misalnya bahasa Sunda, Jawa, dan bahasa daerah lainnya.
Sehingga bisa mempermudah para khatib yang biasa berkhotbah dengan bahasa daerah.
Penulisan naskah khotbah Jumat oleh Kemenag, ungkap Kamaruddin, bukan kali ini saja. Beberapa tahun lalu juga dilakukan. ”(Pernah, Red) ada, tapi tidak disebarkan luas,” kata dia kemarin (22/10). Dalam skema yang baru ini, Kemenag mengunggah naskah tersebut ke website sehingga publik bisa dengan mudah mengunduh dan menggunakannya. Sekali lagi Kamaruddin menegaskan bahwa naskah yang dibuat Kemenag itu tidak bersifat wajib. Tidak harus digunakan para khatib.
Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP Ikadi) Attabik Lutfi menyatakan siap jika nanti diajak Kemenag untuk ikut bersama membahas naskah khotbah Jumat itu. Menurut dia, keberadaan naskah tersebut bisa memperkaya khazanah atau literatur khotbah di Indonesia.
Attabik menerangkan, selama naskah khotbah itu tidak bersifat wajib, tidak menjadi sebuah persoalan. Dia lantas menyampaikan sejumlah persoalan keumatan terkini yang bisa dimasukkan dalam khotbah-khotbah buatan Kemenag. Di antaranya adalah kondisi umat yang sekarang sedang kurang harmonis. ”Umat yang satu menyalahkan satunya. Membidahkan yang satunya,” ungkap dia. Dengan kondisi tersebut, dibutuhkan materi khotbah yang mengandung pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat.
Attabik berpesan, saat ini bangsa Indonesia sedang dirundung banyak masalah. Di antaranya adalah masalah pandemi Covid-19. Masalah tersebut bisa berdampak pada urusan kesejahteraan dan ekonomi. Untuk itu, perlu dimasukkan juga materi khotbah supaya umat ikut menjadi bagian dari solusi bangsa Indonesia. ”Supaya tidak malah menjadi troublemaker,” tuturnya.
Sekjen Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) Imam Addaruqutni tidak mempersoalkan rencana Kemenag membuat materi khotbah Jumat itu. ”Semoga pemerintah tambah religius,” katanya. Dia menyebutkan, sejatinya materi khotbah Jumat di toko-toko buku sudah banyak. Dengan demikian, materi khotbah Jumat dari Kemenag bisa memperkaya khazanah para khatib.
Imam berharap pemerintah tidak lantas berlebihan. Misalnya membuat naskah khotbah untuk agama-agama lainnya, bahkan sampai mewajibkan. Dia menuturkan, urusan materi khotbah itu adalah bagian dari keagamaan yang sangat spesifik. Sementara pemerintah bisa mengambil peran atau tugas yang lebih besar.
Namun, Imam mengingatkan, jika tidak direncanakan dengan baik, program penulisan naskah khotbah Jumat dapat memicu polemik. Sebab, urusan keagamaan bisa menjadi isu sensitif. Misalnya ketika di dalamnya ada muatan politik praktis.
Baca juga: Siapkan Naskah Khotbah Jumat, Kemenag Janji Libatkan Ormas-Akademisi
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly juga tak mempermasalahkan bila naskah khotbah tersebut sifatnya tidak wajib. Dia mengatakan, tipologi masjid di Indonesia berbeda dengan masjid di Malaysia, Arab Saudi, atau negara-negara lain. ”Naskah khotbah di Malaysia, Arab Saudi, atau beberapa negara lain dibuat oleh negara. Dan itu yang harus digunakan,” terangnya.
Ketentuan tersebut dibuat karena masjid-masjid di negara-negara itu didirikan pemerintah. Termasuk para pengurus sampai khatibnya juga aparatur negara. Sehingga ada otoritas dari pemerintah atau negara untuk mengeluarkan naskah khotbah Jumat. Sedangkan di Indonesia, hampir seluruh masjid adalah milik umat atau masyarakat. Sehingga tidak bisa dibuat model naskah khotbah yang diwajibkan pemerintah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=B4P9DPJE8Q0&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
