Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Oktober 2020 | 12.09 WIB

Bukan Hanya 3M, Protokol 3W Juga Lebih Penting Untuk Lawan Covid-19

BELUM JERA: Pelanggar protokol kesehatan terjaring razia oleh petugas gabungan yang tergabung dalam Swab Hunter. Para pelanggar ’’dihukum’’ menjalani swab test di puskesmas. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

BELUM JERA: Pelanggar protokol kesehatan terjaring razia oleh petugas gabungan yang tergabung dalam Swab Hunter. Para pelanggar ’’dihukum’’ menjalani swab test di puskesmas. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Masyarakat diminta untuk tidak menganggap Covid-19 akan selesai dengan adanya vaksin. Jangan menganggap jika sudah divaksin, maka bebas meninggalkan protokol kesehatan. Sebab vaksin ternyata lini kedua untuk menangkal Covid-19. Lini utamanya yakni tetap pada protokol 3M yakni wajib Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan dengan adanya vaksin bukan berarti pandemi Covid-19 selesai. Dia mengingatkan pandemi ini terkena di banyak negara, dan banyak negara yang belum akan melaksanakan vaksinasi.

"Maka datangnya pandemi ke setiap negara lagi sangat mungkin.  Tiongkok sendiri, tetap saja menyaring kunjungan yang masuk, harus karantina 14 hari. Jadi mari sama-sama kita pahami. Bukan dengan vaksinasi maka pandemi selesai," tegasnya dalam konferensi pers, (21a/10).


"Vaksin adalah pertahanan kedua untuk tidak sakit jadi sakit. Tak benar dengan vaksin kita akan normal seperti dulu, kita masih harus adaptasi dengan kebiasaan yang baru," tambahnya.

Sekalipun sudah mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan, kata dia, tetap harus melakukan protokol kesehatan. Sebab menurut Yurianto, saat ini pergerakan orang adalah faktor satu-satunya. Pembawa penyakit adalah manusia. Jika terjadi kontak dekat tak terlindungi manusia yang rentan terjadi penularan.

Maka menurutnya, bukan hanya 3M yang wajib dilaksanakan tetapi justru 3W. Apa itu?

"Kalau saya malah cenderung jadi 3W. Wajib jaga jarak, Wajib pakai masker, Wajib cuci tangan pakai sabun," katanya.

"Kalau laju vaksin hanya sekitar 10-20 juta, maka untuk menyelesaikan sebanyak 160 juta Herd Immunity kita akan mengerjakannya di sepanjang 2021. Maka tetap wajib untuk mematuhi kebiasaan baru sebab sepanjang itu juga mungkin ada yang belum divaksin dan seterusnya," tutupnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore