
Mantan Kepala BNPB Doni Monardo semasa hidup. Doni Monardo meninggal dunia pada Minggu (3/12) sore WIB.
JawaPos.com - Ketua satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Doni Monardo mengharapkan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Menurutnya, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan meski tidak ada sanksi.
"Hal yang yang membuat masyarakat menjadi tidak patuh, yang pertama tertinggi karena tidak ada sanksi. Jadi mungkin ini menjadi referensi kita bahwa masyarakat masih berharap adanya sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan," kata Doni dalam keterangannya, Jumat (2/10).
Doni menyebut, melalui survei Badan Pusat Statistik (BPS) pasa 14 – 21 September, masih terdapat 17 persen warga Indonesia yang tidak percaya terkait wabah Covid-19. Menurutnya,
17 persen dari 270 juta penduduk, setara dengan sekitar 44,9 juta orang yang tidak percaya pandemi Covid-19.
"Ini menjadi tantangan kita semua bagaimana kita harus menjelaskan kepada masyarakat, ini bukan rekayasa, ini bukan konspirasi," tegas Doni.
Baca juga: Doni Monardo: Di Rumah Pun Bisa Tertular Covid-19
Menurut Doni, pelibatan tokoh masyarakat baik itu tokoh agama dan tokoh adat sangat berpengaruh agar masyarakat percaya dan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga timbul kesadaran untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
Protokol kesehatan tersebut yakni terkait 3M, diantaranya menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker.
"Jadi di sini adalah suri tauladan, aparat atau pemimpin memberi contoh," tegas Doni.
Kepala BNPB ini juga berujar, peran media sangat penting dalam meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat akan protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya 63 persen media massa sangat besar.
"Kepatuhan dan disiplin protokol kesehatan juga dapat diberikan contoh oleh keluarga dan komunitas sebagai garda terdepan," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vQHZyMxAIog&ab_channel=jawapostvofficial

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
