
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum Ham) Yasonna Laoly (tengah) didampingi Jajarannya mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Raker tersebut membahas Rencana Strategis Kement
JawaPos.com - Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly perlu menjelaskan 49 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang masuk ke Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.
"Saya minta penjelasan seperti apa, bapak tinggal menyampaikan datanya ke kami," ujar Cucun dalam rapat kerja secara virtual antara Menkumham Yasonna H Laoly, Rabu (1/3).
Menanggapi hal tersebut, Yasonna mengatakan, sebenarnya masuknya 49 TKA asal Tiongkok itu tidak ada yang salah. Mereka juga telah mendapatkan keterangan sehat.
"Mereka memperoleh surat keterangan sehat dan kemudian dikarantina di negara Indonesia sesuai ketentuan per-UU yang berlaku, maka ini tidak bertentangan dengan UU karena mereka mengurus visa karantina," ujar Yasonna.
Menurut Yasonna, 49 TKA asal Tiongkok tersebut datang ke Kendari, Sulawesi Tenggara secara legal. Tidak ada aturan yang dilanggar. Mereka bisa masuk ke Indonesia, karena belum adanya larangan WNA dibatasi masuk ke tanah air.
"Waktu itu karena belum adanya Permenkumham Nomor 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia," ujarnya.
Bahkan menurut Yasonna, TKA asal Tiongkok tersebut sudah melakukan tes virus Korona atau Covid-19. Hasilnya adalah mereka semua dinyatakan sehat tidak terjangkit virus tersebut.
"Jadi tidak ada satupun setelah dites oleh Kemenkes, KKP, tidak ada satupun yang terpapar virus Covid-19," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Yasonna menuturkan, kementeriannya akan terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait masuk dan keluarnya para WNA ke Indonesia. Sehingga Indonesia bisa meminimalisir jumlah orang yang terpapar Korona.
"Kementerian dan lembaga akan terus melakukan kebijakan-kebijakan dalam rangka pembatasan orang asing," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Q_DhjpfSDGc
https://www.youtube.com/watch?v=rnoWc2mY020
https://www.youtube.com/watch?v=JqjJsv7-mxA

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
