
Photo
JawaPos.com - Jaksa Yadyn Palebangan, mulai Jumat (31/1) kemarin, resmi tidak lagi berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini sebagai buntut penarikannya secara tiba-tiba karena ikut membantu menganalisis operasi tangkap tangan (OTT) PAW Fraksi PDIP dan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Di hari terakhirnya bekerja, Wadah Pegawai KPK (WP KPK) menggelar acara pelepasan Jaksa Yadyn dan Jaksa Sugeng di Lantai 3 Gedung Merah Putih KPK. Kepada koleganya, jaksa senior ini berpesan agar insan KPK tetap semangat menjaga marwah KPK di tengah berbagai problematika politik, hukum dan problematika kelembagaan yang terjadi hingga saat ini.
"Sesungguhnya, sakit dalam perjuangan itu hanya sementara, namun jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya. Bangkit dan kepalkan tanganmu, untuk menegakkan semangat juang menjaga nilai-nilai KPK," ucap Yadyn dalam siaran pers yang diberi judul "Memorandum Perjuangan", Sabtu (1/2).
Yadyn juga berpesan agar insan KPK bekerja bukan sekadar mengejar materi, bukan sekedar mengumpulkan harta. Tapi menjadikan sebagai ladang pahala menuju surganya Allah, dengan memegang sumpah maupun janji yang Insan KPK ucapkan ketika pertama kali melangkahkan kaki di KPK. "Sumpah atau janji yang di alam kubur maupun diakhirat akan dimintakan pertanggungjawaban," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yadyn juga berpesan agar Insan KPK bekerja bukan untuk orang-perorang, bukan untuk kepentingan politik. "Bekerjalah untuk Merah Putih. Bendera yang kita semua cintai," tandasnya.
Selain berpesan, di hari terakhirnya mengabdi di lembaga antirasuah, Yadyn juga meminta maaf kepada semua insan KPK dengan tulus atas segala tindakan, ucapan yang kurang berkenan dilakukannya selama bekerja di lembaga KPK RI.
"Apa yang baik datangnya dari Allah, dan yang keliru datangnya dari saya. Akhirnya, kami bisa mengakhiri tugas-tugas di KPK dengan kepala tegak dan rasa syukur kepada Allah SWT serta bangga pernah menjadi bagian dari KPK RI dalam perjuangannya menegakkan kebenaran," tukas pria yang juga pernah diperbantukan Direktorat Penyelidikan, Dumas, Litbang, dan Birkum ini.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
