Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Januari 2020 | 20.15 WIB

Ribuan Korban Banjir Bakal Direlokasi

DAMPAK BENCANA: Warga di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, melintasi sungai dengan jembatan darurat kemarin. (SOFYAN/RADAR BOGOR) - Image

DAMPAK BENCANA: Warga di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, melintasi sungai dengan jembatan darurat kemarin. (SOFYAN/RADAR BOGOR)

JawaPos.com - Para korban banjir bandang di wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, dan Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, bisa sedikit bernapas lega. Pemerintah berencana merelokasi mereka ke tempat yang lebih aman dan menanggung pembiayaan proses tersebut.

”Karena melihat banjir yang besar seperti ini, jadi harus direlokasi,” ujar Presiden Joko Widodo saat meninjau Desa Banjaririgasi, Lebak, kemarin (7/1).

Di Kabupaten Lebak, Banten, jumlah rumah yang rusak sekitar 1.410. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ada sekitar 776 rumah. Pendataan masih terus dilakukan pemerintah daerah masing-masing.

Untuk daerah relokasi, Jokowi menyebut korban banjir di Sukajaya akan dipindahkan ke lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang berjarak 2 kilometer dari lokasi. Lokasi itu sudah diusulkan kepala desa dan camat setempat.

Sementara itu, untuk di Lebak, pemerintah kabupaten masih mencari. Namun, dia menargetkan tidak terlalu jauh dari rumah sebelumnya.

Setelah data dan lahan disiapkan pemerintah kabupaten, mantan wali kota Solo itu memastikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masuk untuk memulai pembangunan. Soal pembiayaan, Jokowi menegaskan pemerintah yang akan meng-cover. ”Rumahnya nanti dari Kementerian PU, pemerintah pusat,” imbuhnya.

Selain rumah, pemerintah akan memperbaiki sejumlah fasilitas umum. Berdasar laporan yang diterima Jokowi, ada 30 jembatan penghubung antardesa yang perlu segera diperbaiki. ”Saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam 3–4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” tuturnya.

Selain itu, tercatat ada 19 sekolah yang mengalami kerusakan. Jokowi juga sudah memerintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar berkolaborasi dengan Kementerian PUPR untuk memperbaikinya. ”Ya, sementara ini nggak ada masalah (anggaran),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi berharap kepala daerah bisa lebih siap dalam menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi datang hingga Februari mendatang. Kawasan yang rawan bencana harus ditingkatkan kewaspadaannya.

Sementara untuk jangka panjang, Jokowi meminta pemda menertibkan kegiatan di kawasan hutan. Di Lebak, lanjut dia, aksi penambangan emas ilegal yang merambah hutan harus dihentikan. Meski itu menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat, presiden menyebut dampak buruknya lebih besar.

”Tidak bisa lagi karena keuntungan 1, 2, 3 orang kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” kata dia. Sementara untuk wilayah Sukajaya, Bogor, pemerintah menyiapkan pengembalian fungsi lahan dengan penanaman.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa penanganan bagi korban bencana alam berjalan baik di semua daerah. Pihaknya sudah meminta jajaran dinas untuk memprioritaskan keselamatan daripada administrasi.

”Artinya harus ditolong. Urusan administrasi urusan belakangan,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore