
Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, meyakinkan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk kembali memilih pasangan calon nomor urut 01 di pemilu 2019.
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia perlu belajar dari Jepang dalam menghadapi bencana. Apalagi bencana datang tidak kenal waktu. Pernyataan tersebut dikatakan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Menurut Megawati, Indonesia ini seperti Jepang. Negara yang tingkat kebencanaanya sangat tinggi. Seperti gempa bumi, banjir, hingga tsunami. "Itu yang seharusnya perlu dicontoh, ya (Indonesia perlu mencontohkan Jepang)," ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/1).
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, saat ini sudah ada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Artinya, pemerintah tinggal melakukan edukasi terhadap masyarakat saat menghadapi bencana. "Sekarang sudah ada (BMKG), kenapa rakyat tidak diedukasi, disosialisasi?" katanya.
Dia pun berjanji bahwa sebagai ketua dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), akan lebih masif lagi mendorong agar pendidikan sadar bencana digalakkan seperti di Jepang. Di negeri dengan ikon Gunung Fuji itu bahkan anak-anak dari umur TK saja sudah diajari menghadapi bahaya bila gempa terjadi.
Menurut Megawati, menyelamatkan diri dan sesama dari bencana alam adalah salah satu perwujudan nilai kemanusiaan. Karena itu, upaya untuk mengedukasi agar bisa menolong diri sendiri maupun orang lain adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan.
Megawati lantas bercerita tentang pengalamannya mengalami guncangan gempa di Jepang. Saat itu, dia dan keluarga yang mendampingi sudah hendak lari keluar dari sebuah restoran tempat mereka makan. Namun hal itu justru dilarang oleh warga Jepang yang menemani mereka makan.
"Teman saya yang orang Jepang bilang tidak usah lari. Nanti diberitahu kapan kita mesti lari. Jadi ada alarm. Kalau alarm bunyi artinya mesti waspada. Alarm kedua kita harus keluar. Jadi begitu. Itu masih berjalan terus cara memberikan warning. Jadi early warning sistemnya bagus. Dibandingkan kita, aduh.. bukan lemah, tapi tidak ada," ungkap Megawati.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
