
Menteri Sosial Tri Rismaharini
JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akhirnya angkat bicara mengenai penyidikan kasus baru dugaan korupsi penyaluran bansos beras KPM PKH tahun 2020-2021 oleh KPK. Risma menegaskan, saat kebijakan bansos tersebut berjalan, dirinya belum menjabat sebagai menteri.
Risma menjelaskan, dirinya tak tahu persis kejadian dugaan korupsi tersebut seperti apa. Dia pun sempat bertanya pada pihak terkait, namun tak ada yang bisa menjawab kronologi pastinya. ”Karena para pejabatnya sudah pada ganti, sehingga saya tidak tahu persis kejadiannya seperti apa,” ujarnya, di Jakarta, Senin (30/3).
Ia pun akhirnya meminta Sekretaris Jenderal Kemensos untuk membuat kronologis berdasarkan surat-surat yang ada. Hingga akhirnya diketahui bahwa kebijakan ini dimulai sejak April hingga 30 September 2020. Saat itu Risma masih belum menjabat. Ia diangkat tiga bulan setelahnya, 23 Desember 2020. Pada kronologis tersebut pun, ada juga catatan mengenai teguran dan arahan mengenai pelaksanaan percepatan penyaluran bansos beras. Termasuk, evaluasi dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos pada 2 September 2020.
”Jadi karena kan saya ndak tahu, jadi saya ndak bisa cerita. Memang kalau nurut ini saya juga bingung. Karena ini opo ya? kok ada di dua dirjen, kayak gitu loh,” ungkapnya.
Disinggung soal pemeriksaan internal kembali terkait hal ini, Risma mengaku, hal ini akan buang-buang energi karena harus mundur lagi. Apalagi, banyak dari orang-orang yang terlibat sudah dimutasi. Kendati begitu, ia tetap menyerahkan hal ini untuk diproses secara hukum.
”Karena PR di Kemensos sangat banyak. Saya harus nindaklanjuti hasil BPK mulai 2004 sampai 2022. Sampai terakhir Saya harus ngevaluasi terus. Itu PR BPK yang dibebankan ke saya. Kalau ini saya harus ngelakuin ini, ini sudah evaluasi irjen,” paparnya.
Di sisi lain, ia juga menegaskan, bahwa setelah ia menjabat, bansos beras sudah tidak ada. Semua bansos disalurkan dalam bentuk uang. Hal ini merupakan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ia pertama kali diangkat sebagai menteri. Dan kalaupun ada bantuan beras, dapat dipastikan itu bukan dari pihaknya. ”Saya juga senang bentuknya dalam bentuk uang, tidak perlu mengadakan (pengadaan barang, Red),” ungkap dia. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
