
Komjen Pol Idham Azis menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR sebagai calon Kapolri di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (29/10/2019). Komjen. Pol. Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri yang mengikuti Fit And Prop
JawaPos.com - Dalam rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Pol, Idham Azis, Rabu (20/11) kemarin, salah satunya membahas mengenai kasus penyiraman cairan kimia ke penyidik KPK Novel Baswedan.
Anggota Komisi III DPR Benny K Harman menduga Kapolri Idham Azis sudah mengetahui pelaku penyiraman air keras. Namun belum diungkap saja ke publik.
"Saya duga pasti Pak Kapolri tahu siapa pelakunya. Tinggal ada kemauan atau tidak untuk menangkapnya," ujar Benny di Gedung DPR, Rabu (20/11).
Benny juga mempertanyakan kenapa Polri cepat menangkap terduga pelaku teroris. Terlebih saat bom bunuh diri di Medan beberapa waktu lalu. Sangat mudah diungkap ke publik.
Benny berujar, apabila kasus Novel tak diungkap maka takut menjadi utang hukum Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab Presiden Jokowi sudah memerintahkan untuk Polri segera mengungkap kasus penyiraman cairan kimia ke Novel Baswedan.
"Takunya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Jokowi nantinya," tegasnya.
Oleh sebab itu politikus Partai Demokrat ini berharap Kapolri Jenderal Pol Idham Azis bisa mengungkap pelaku penyiraman cairan kimia ke Novel Baswedan. Sehingga tidak berlarut-larut untuk diselesaikan.
"Mohon sungguh-sungguh ungkap siapa pelakunya," katanya.
Sementera terpisah, Kapolri Idham Azis berjanji akan segera menyelesaikan kasus yang menimpa Novel Baswedan tersebut. Sehingga bisa diungkap siapa dalang dibalik penyiraman cairan kimia itu.
"Saya berharap minta doa restu, mudah-mudahan waktu yang tak lama lagi ada perkembangan signifikan," ujar Idham.
Idham juga menegaskan, pihaknya akan terus bekerja keras untuk mengungkap kasus Novel Baswedan. Sampai saat ini Polri juga masih terus bekerja untuk mengungkap kasus itu. Apabila ada hasil signifikan akan dipaparkan di Komisi III DPR.
"Kebetulan saya masih Kabareskrim. Belum ada pengganti. Sehingga kita akan terus berkerja," pungkasnya.
Sekadar informasi, Presiden Jokowi telah memberikan batas waktu tiga bulan sejak Juli 2019 lalu kepada Tito Karnavian yang kala itu masih menjabat sebagai Kapolri. Namun sampai saat ini kasus Novel Baswedan belum juga terungkap. Bahkan sampai Tito Karnavian Menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kasus ini masih gelap belum ditemukan siapa pelakunya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
