Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2019 | 22.01 WIB

Novel Baswedan Sesalkan Tim Satgas Polri Berspekulasi Periksa Jenderal

Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK - Image

Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK

JawaPos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga korban penyiraman air keras, Novel Baswedan meminta tim satuan tugas (Satgas) bentukan Polri tidak berspekulasi terkait aktor intelektual dalam kasusnya. Menurutnya, seharusnya Tim Satgas dapat mengungkap terlebih dahulu siapa aktor lapangan yang tega menyiramnya.

"Jangan sampai kemudian hanya terjadi upaya untuk berspekulasi siapa aktor intelektual, dalang, koordinator dan lain-lain tapi melupakan pelaku lapangannya siapa," kata Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/6).

Penyerangan terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 belum juga ditemukan aktor lapangannya. Namun kini, lanjut Novel, Tim Satgas malah berspekulasi terkait aktor intelektual.

"Pelaku kejahatan seperti ini, kekerasan jalanan begini tapi kemudian hanya di mulai dengan spekulasi aktor intelektual pihak mana. Saya kira itu bukan investigasi ya, itu hanya rekaan atau dugaan-dugaan saja dan saya kira itu tidaklah tepat," tegas Novel.

"Karena kalau hanya spekulasidan pelakunya sekali lagi tidak dapat maka itu sia-sia," sambungnya.

Oleh karena itu, Novel meminta Tim Satgas tidak melakukan spekulasi terkait temuan baru atau melakukan pemeriksaan terhadap jenderal bintang tiga. Namun harus dibuktikan dengan pernyataan yang jelas dan tegas.

"Tentunya saya berharap kasus ini tidak diperkeruh dengan spekulasi, tapi betul-betul ada upaya pembuktian yang sungguh-sungguh yang mengikuti aturan-aturan pembuktian yang ada, yang kemudian dengan begitu bisa didapatkan pelakunya," sesal Novel.

Sebelumnya, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) Kasus Nivel Baswedan, Hendardi menyebutkan bahwa pihaknya memiliki temuan menarik terkait investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik KPK tersebut. Bahkan, menurut dia, temuan baru itu dipuji oleh Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

"Tadi Pak Kapolri menyatakan bahwa ini ada progres yang baik, ada kemajuan, ada temuan-temuan baru di dalam investigasi kami," ujar Hendardi saat konferensi pers usai menyerahkan laporan kepada Kapolri, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/7).

Kendati demikian, baik pihak TGPF maupun Polri masih bungkam mengenai temuan baru maupun perkembangan investigasi itu.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore