
Kali Sunter berubah warna menjadi biru karena limbah. (Istimewa)
JawaPos.com - Perubahan warna menjadi biru terjadi di Kali Sunter, Jalan Cipinang Muara 1, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Hal ini disebabkan karena pembuangan limbah dari kegiatan usaha milik warga. Namun, belum diketahui, oknum yang membuang limbah tersebut.
Mendengar informasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta langsung mengecek ke lokasi tersebut. Ternyata, setelah diselidiki, air biru yang berasal dari limbah itu berbau tiner.
Kasi Penanganan Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rusliyanto menduga cairan biru berbau tiner yang membuat warna air kali berubah hingga berjam-jam itu merupakan cat buangan industri rumahan.
"Kalau warna itu bisa jadi dari proses painting, pengecetan. Kami akan lakukan verifikasi lapangan terkait ada dugaan kalau ada kegiatan usaha yang tidak mengolah air limbahnya," kata Rusliyanto, Jumat (3/5).
Dia belum dapat memastikan bengkel cat mana yang membuang limbah Kali Sunter karena harus berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur guna mengetahui asal saluran air yang digunakan membuang limbah.
"Kita belum bisa memastikan ada crossing darimana sumbernya, kalau dari sepanjang jalan ini kami tidak menemukan adanya sumber yang diduga mencemari kali sampai berwarna biru itu," ujarnya.
Rusliyanto menyebut pencemaran yang dilakukan industri rumahan merupakan satu sebab tercemarnya kali, sungai, situ, waduk, dan embung di Jakarta.
Pihaknya pun bakal segera melakukan uji laboratorium terhadap air Kali Sunter guna memastikan tingkat pencemaran akibat limbah industri rumahan tersebut. "Kami akan lakukan verifikasi lapangan terkait ada dugaan kalau ada kegiatan usaha yang tidak mengolah air limbahnya. Karena di DKI sudah mengatur setiap kegiatan usaha wajib mengelola limbahnya," tuturnya.
Sementara itu, Anggota UPK Badan Air yang bertugas di Kali Sunter, Mahfud, 50, menjelaskan perubahan warna air yang sempat viral di media sosial bukan yang pertama kalinya terjadi. "Ini sudah kejadian dari tahun 2014, warna kali berubah juga enggak cuman jadi biru. Pernah warna merah, putih, cuman enggak terlalu pekat seperti kemarin," kata Mahfud.
Ia menyatakan air kali tersebut diduga terkontaminasi limbah cat. Hal itu diperkuat dengan aroma cairan tiner yang digunakan untuk kegiatan industri seperti bengkel cat. Dugaan tersebut juga didasari karena di sekitar Jalan Muara I tempat cairan warna biru pekat itu keluar terdapat aktivitas bengkel reparasi mobil.
"Baunya seperti tiner, setiap bulan bisa sekali sampai dua kali kejadian berubah warna. Kalau untuk laundry dekat sini enggak ada, adanya tempat cat mobil," ujarnya.
Merujuk beberapa kejadian sebelumnya, Mahfud menyebut cairan limbah yang keluar itu hanya keluar dalam hitungan jam lewat saluran air menuju Kali Sunter.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
