Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Mei 2019 | 21.04 WIB

Pencemaran Limbah Cat Buat Kali Sunter Berubah Warna Menjadi Biru

Kali Sunter berubah warna menjadi biru karena limbah. (Istimewa) - Image

Kali Sunter berubah warna menjadi biru karena limbah. (Istimewa)

JawaPos.com - Perubahan warna menjadi biru terjadi di Kali Sunter, Jalan Cipinang Muara 1, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Hal ini disebabkan karena pembuangan limbah dari kegiatan usaha milik warga. Namun, belum diketahui, oknum yang membuang limbah tersebut.

Mendengar informasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta langsung mengecek ke lokasi tersebut. Ternyata, setelah diselidiki, air biru yang berasal dari limbah itu berbau tiner.

Kasi Penanganan Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rusliyanto menduga cairan biru berbau tiner yang membuat warna air kali berubah hingga berjam-jam itu merupakan cat buangan industri rumahan.

"Kalau warna itu bisa jadi dari proses painting, pengecetan. Kami akan lakukan verifikasi lapangan terkait ada dugaan kalau ada kegiatan usaha yang tidak mengolah air limbahnya," kata Rusliyanto, Jumat (3/5).

Dia belum dapat memastikan bengkel cat mana yang membuang limbah Kali Sunter karena harus berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur guna mengetahui asal saluran air yang digunakan membuang limbah.

"Kita belum bisa memastikan ada crossing darimana sumbernya, kalau dari sepanjang jalan ini kami tidak menemukan adanya sumber yang diduga mencemari kali sampai berwarna biru itu," ujarnya.

Rusliyanto menyebut pencemaran yang dilakukan industri rumahan merupakan satu sebab tercemarnya kali, sungai, situ, waduk, dan embung di Jakarta.

Pihaknya pun bakal segera melakukan uji laboratorium terhadap air Kali Sunter guna memastikan tingkat pencemaran akibat limbah industri rumahan tersebut. "Kami akan lakukan verifikasi lapangan terkait ada dugaan kalau ada kegiatan usaha yang tidak mengolah air limbahnya. Karena di DKI sudah mengatur setiap kegiatan usaha wajib mengelola limbahnya," tuturnya.

Sementara itu, Anggota UPK Badan Air yang bertugas di Kali Sunter, Mahfud, 50, menjelaskan perubahan warna air yang sempat viral di media sosial bukan yang pertama kalinya terjadi. "Ini sudah kejadian dari tahun 2014, warna kali berubah juga enggak cuman jadi biru. Pernah warna merah, putih, cuman enggak terlalu pekat seperti kemarin," kata Mahfud.

Ia menyatakan air kali tersebut diduga terkontaminasi limbah cat. Hal itu diperkuat dengan aroma cairan tiner yang digunakan untuk kegiatan industri seperti bengkel cat. Dugaan tersebut juga didasari karena di sekitar Jalan Muara I tempat cairan warna biru pekat itu keluar terdapat aktivitas bengkel reparasi mobil.

"Baunya seperti tiner, setiap bulan bisa sekali sampai dua kali kejadian berubah warna. Kalau untuk laundry dekat sini enggak ada, adanya tempat cat mobil," ujarnya.

Merujuk beberapa kejadian sebelumnya, Mahfud menyebut cairan limbah yang keluar itu hanya keluar dalam hitungan jam lewat saluran air menuju Kali Sunter.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore