
HANYA SIMULASI: Petugas kesehatan menyutikkan vaksin kepada relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Kamis (6/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)
JawaPos.com – Uji klinis tahap ke-3 vaksin Covid-19 dari Sinovac yang dilaksanakan di Bandung berjalan baik. Sebanyak 1.620 relawan asal Bandung sudah disuntik vaksin untuk yang pertama.
Uji klinis tersebut terus diawasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
”Vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat sudah sesuai dengan peraturan BPOM,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.
Sejauh ini, belum ada kejadian ikutan pascaimunisasi yang dilaporkan. Hal itu menjadi catatan baik bagi BPOM untuk mengeluarkan emergency use authorization (EUA) untuk vaksin yang diuji oleh Bio Farma dan Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut.
Pemerintah telah menetapkan pengadaan vaksin Covid-19 untuk 170 juta jiwa. Meski demikian, Indonesia memerlukan vaksin sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun. ”Oleh karena itu, program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin oleh seluruh stakeholder. Sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur,” ungkap Honesti.
Direktur Registrasi Obat BPOM Riska Andalusia mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada tim peneliti uji klinis tahap ke-3 dan Bio Farma. Sebab, mereka sudah menjalankan uji klinis sesuai dengan rencana dan timeline.
Nantinya, hasil uji klinis fase ke-3 akan digabungkan dengan hasil uji klinis fase ke-3 yang ada di negara lain. Negara yang melaksanakan uji klinis fase ke-3 vaksin Covid-19 dari Sinovac ini, antara lain, Brasil, Cile, Turki, dan Bangladesh.
Setelah uji klinis selesai, vaksin Covid-19 akan diproduksi Bio Farma. Proses produksinya harus memenuhi aspek mutu dan cara pembuatan obat yang baik. ”Khasiat, keamanan, dan mutu harus dipenuhi oleh Bio Farma sebagai pendaftar vaksin Covid-19 untuk nanti dinyatakan layak atau tidak oleh BPOM untuk diproduksi hingga distribusi,” papar Riska.
Kepala BPOM Penny K. Lukito menuturkan, uji klinis merupakan tahap yang penting dalam pengembangan vaksin. Jika hasilnya aman, BPOM dapat mengeluarkan registrasi vaksin untuk digunakan di Indonesia.
Jumat lalu (16/10) Tim Inspektur BPOM meninjau pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac di Puskesmas Garuda dan Puskesmas Dago di Bandung. ”Pada 8-9 September, BPOM sudah menginspeksi ke seluruh center uji klinis,” terang Penny. Perbaikan terhadap temuan hasil inspeksi sebelumnya juga sudah diterima. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas uji klinis. ”Inspeksi itu merupakan salah satu pengawalan BPOM untuk memastikan uji klinis sesuai dengan protokol,” katanya.
Sementara itu, pemerintah berupaya meyakinkan bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat benar-benar aman. Sebelum produksi masal, ada berbagai tahapan pengembangan yang harus diikuti oleh setiap produsen vaksin. Tidak hanya produsen di dalam negeri, tetapi juga di seluruh dunia. Tujuannya adalah memastikan keamanan dalam penggunaannya pada manusia. Termasuk di dalamnya mencakup rentang dosis yang aman digunakan. ’’Keamanan vaksin bagi masyarakat itu menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah,’’ ujar Prof Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19. Dia memastikan BPOM melakukan evaluasi terhadap protokol uji klinis.
Baca juga:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
