
Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro. Tangkapan Layar
JawaPos.com - Kasus aktif Covid-19 yang dirawat di RS saat ini menunjukkan tren yang menurun. Meski begitu, angka testing untuk melacak kasus-kasus baru, masih rendah di bawah 200 ribu spesimen dalam beberapa hari terakhir. Turunnya kasus aktif dari 600 ribu kasus menjadi 300 ribuan kasus membuat keterisian tempat tidur atau Bed Occupation Rate (BOR) ikut turun.
Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro menjelaskan, menurunnya angka BOR tersebut merupakan kado untuk bangsa Indonesia dalam perayaan HUT RI ke-76. Ia menjabarkan laporan hari Selasa (17/8) keterisian RS secara nasional 39,5 persen, turun dari hari sebelumnya yakni 40,51 persen.
“Ini menandakan pasien tak banyak lagi yang mengantre di RS. Kasus aktif turun drastis dari 600 ribu sebulan lalu,” katanya secara daring, Rabu (18/8).
Menurutnya saat ini yang tetap menjadi catatan adalah harus menggenjot 3T yakni testing, tracing dan treatment. Begitu juga cakupan vaksinasi harus terus ditingkatkan.
“Doa kita terkabul, doa bangsa kita terkabul, doa menyambut tahun Hijriah agar tahun ini lebih baik. Doa Indonesia di usia ke-76 tahun ini semoga semakin sejahtera,” katanya.
Menurut dr. Reisa, program vaksinasi menganut prinsip timbal balik. Jika ingin terbebas dari Covid-19 maka masyarakat harus bersedia divaksin. Sehingga melindungi mereka yang sudah divaksin.
“Semua kasus perlu diantisipasi hingga 2-3 minggu mendatang. Maka hati-hati sekali kalau ke luar rumah. Tinggal lah di rumah, jangan keluar rumah jika tak penting sekali,” katanya,
Saat ini sudah 55,1 juta masyarakat disuntik vaksin dosis 1 dan 2 atau 26,4 persen. Dan Indonesia sudah punya 190 juta stok vaksin dari 4 produsen.
Hal senada dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya tak ada provinsi yang melaporkan angka BOR lebih dari 80 persen. Sedangkan kapasitas ICU lebih dari 80 persen hanya di Sumatera Utara.
“Penurunan BOR bisa dilihat di RS, antrean mulai berkurang, kami berharap pasien Covid-19 berat bisa mendapatkan layanan seharusnya,” kata Nadia.
Ia menambahkan terjadi penurunan angka kematian 8 persen dibanding minggu sebelumnya. Indikator angka kematian dinilai per 7 hari. Rata-rata per hari saat ini masih tercatat lebih dari seribu orang yang meninggal.
“Namun angka kematian ini juga harus jadi catatan, mengingat ada kematian dilaporkan secara real time sehingga ada yang belum dilaporkan,” tutup Nadia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022