Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Agustus 2021 | 18.55 WIB

BOR RS Tak Penuh Pasien Covid-19 Lagi, Dokter Reisa: Doa Terkabul

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro. Tangkapan Layar - Image

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro. Tangkapan Layar

JawaPos.com - Kasus aktif Covid-19 yang dirawat di RS saat ini menunjukkan tren yang menurun. Meski begitu, angka testing untuk melacak kasus-kasus baru, masih rendah di bawah 200 ribu spesimen dalam beberapa hari terakhir. Turunnya kasus aktif dari 600 ribu kasus menjadi 300 ribuan kasus membuat keterisian tempat tidur atau Bed Occupation Rate (BOR) ikut turun.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro menjelaskan, menurunnya angka BOR tersebut merupakan kado untuk bangsa Indonesia dalam perayaan HUT RI ke-76. Ia menjabarkan laporan hari Selasa (17/8) keterisian RS secara nasional 39,5 persen, turun dari hari sebelumnya yakni 40,51 persen.

“Ini menandakan pasien tak banyak lagi yang mengantre di RS. Kasus aktif turun drastis dari 600 ribu sebulan lalu,” katanya secara daring, Rabu (18/8).

Menurutnya saat ini yang tetap menjadi catatan adalah harus menggenjot 3T yakni testing, tracing dan treatment. Begitu juga cakupan vaksinasi harus terus ditingkatkan.

“Doa kita terkabul, doa bangsa kita terkabul, doa menyambut tahun Hijriah agar tahun ini lebih baik. Doa Indonesia di usia ke-76 tahun ini semoga semakin sejahtera,” katanya.

Menurut dr. Reisa, program vaksinasi menganut prinsip timbal balik. Jika ingin terbebas dari Covid-19 maka masyarakat harus bersedia divaksin. Sehingga melindungi mereka yang sudah divaksin.

“Semua kasus perlu diantisipasi hingga 2-3 minggu mendatang. Maka hati-hati sekali kalau ke luar rumah. Tinggal lah di rumah, jangan keluar rumah jika tak penting sekali,” katanya,

Saat ini sudah 55,1 juta masyarakat disuntik vaksin dosis 1 dan 2 atau 26,4 persen. Dan Indonesia sudah punya 190 juta stok vaksin dari 4 produsen.

Hal senada dikatakan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya tak ada provinsi yang melaporkan angka BOR lebih dari 80 persen. Sedangkan kapasitas ICU lebih dari 80 persen hanya di Sumatera Utara.

“Penurunan BOR bisa dilihat di RS, antrean mulai berkurang, kami berharap pasien Covid-19 berat bisa mendapatkan layanan seharusnya,” kata Nadia.

Ia menambahkan terjadi penurunan angka kematian 8 persen dibanding minggu sebelumnya. Indikator angka kematian dinilai per 7 hari. Rata-rata per hari saat ini masih tercatat lebih dari seribu orang yang meninggal.

“Namun angka kematian ini juga harus jadi catatan, mengingat ada kematian dilaporkan secara real time sehingga ada yang belum dilaporkan,” tutup Nadia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore