
SANG MAESTRO: Sapardi Djoko Damono berpulang Minggu (19/7), Tangsel. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Bangsa Indonesia sedang berduka. Khususnya dunia sastra. Maestro penyair Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7) di usia 80 tahun. Kenangan terhadap sosok almarhum Sapardi diantaranya disampaikan oleh mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.
"Mari kita semua mengenangnya dengan cara membaca dan merenungi kata-katanya," ujar Lukman mengenang sosok Pak Sapardi Djoko Damono (SDD). Ia pun mengenang almarhum dengan menulis sebuah puisi tulisan.
Menurut Lukman, jasa almarhum begitu luar biasa bagi dunia sastra kita. Ia nyaris paripurna hidup dalam sastra. Ia tak hanya mengarungi dan menyelami, tapi juga sekaligus menghirup dan menebarkan sastra menjadi nafas kehidupan sekelilingnya.
"Pak SDD tak hanya guru, dosen, dekan, dan guru besar di bidang sastra dengan jumlah anak didiknya yang tiada berbilang. Namun ia juga seorang master dan suhu di bidang kepenyairan dengan kecintaan para pengagumnya yang bukan alang kepalang," ujarnya.
Karya-karya puisinya nyaris tak pernah luput mengisi berbagai acara pagelaran dan lomba, untuk memperingati beragam peristiwa yang dibuat orang. Puisi cintanya tak hanya menjadi ungkapan wajib mereka yang kasmaran menunjukkan isi hati kepada sang pujaan, tapi juga sampai dituliskan dalam undangan pernikahan.
Termasuk, soal cara Pak SDD mengungkapkan cinta melalui puisi-puisinya amatlah sederhana dan apa adanya, tapi mengandung makna yang istimewa. "Seringkali saya membaca dan menerjemahkannya sebagai pengejawantahan cintanya pada kekasihnya, Sang Pencipta. Ia pernah terlibat dalam penerjemahan karya penulis asing berjudul 'Dimensi Mistik dalam Islam' yang indah sekali," ujarnya.
"Kita semua sungguh berduka. Pak SDD telah pergi menemui kekasihnya. Namun ia tetap membersamai kita. Ia terus membantu kita mengolah rasa dengan kata-kata tinggalannya. Selamat berpulang dengan sepenuh rela dan sukacita, Pak SDD."
Ada hujan di bulan Juni
Pak SDD mengabadikannya dengan puisi
Dan ketika Juli belum sempat berganti
Beliau berpulang berselimut wangi bumi

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
