
Menteri PANRB Syafruddin
JawaPos.com - Peneriman CPNS 2018 tidak hanya sekadar mendapatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh PNS pensiun. Lebih dari itu, peserta yang lolos di seleksi CPNS ini harus memiliki daya saing menghadapi persaingan global. Untuk itu penerimaan CPNS ini harus benar-benar bersih dan tidak celah orang "titipan".
"Kami berharap melalui pengadaan CPNS ini dapat direkrut putra putri terbaik bangsa," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin di Jakarta, Senin (10/9).
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, mantan Wakapolri itu menegaskan bahwa pengadaan CPNS kali ini dilaksanakan melalui sistem seleksi yang ketat, transparan, bersih, dan bebas dari praktik KKN. Dalam artian, tidak ada celah bagi masyarakat untuk berbuat curang atau main sogok agar bisa diluluskan.
"Semua harus mengikuti seleksi, baik untuk formasi umum maupun formasi khusus. Untuk seleksi kompetensi dasar sepenuhnya menggunakan Computer Assisted Test atau CAT," tegasnya.
Dia menjelaskan, proses pengadaan CPNS 2018 mengacu pada UU 5/2014 tentang ASN dan PP 11/2017 tentang manajemen PNS. Selain ketentuan normatif tersebut, rekrutmen para abdi negara itu juga diselaraskan dengan pertimbangan strategis pentingnya menyiapkan ASN berkualitas guna menghadapi tantangan masa depan.
"Tantangan era industri 4.0 yang sarat teknologi dan informasi. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, maka harus dijawab dengan menyiapkan SDM aparatur yang berkualitas," kata pensiun jenderal bintang tiga itu.
Menurutnya, pengelolaan birokrasidan ke depan tidak bisa lagi biasa (business as usual). Untuk mewujudkan pemerintahan berkelas dunia dan melayani rakyat, birokrasi harus didukung dengan SDM aparatur yang berdaya saing.
“Kalau salah mengelola sawah, kita akan rugi semusim. Tapi kalau salah mengelola birokrasi karena tidak didukung oleh SDM aparatur yang berdaya saing tinggi, kita akan kehilangan satu generasi. Dan itu tidak boleh terjadi," paparnya.
Komitmen Syafruddin itu sejalan dengan harapan Mega Wanda, 23, salah seorang guru honorer SMA di Jakarta. Dia memang menunggu kesempatan adanya penerimaan seleksi CPNS untuk formasi guru.
Lulusan S1 Pendidikan Fisika Universitas Indraprasta PGRI pada 2017 lalu itu telah mempersiapkan segala sesuatu yang disyaratkan. Dia khawatir masih ada praktik KKN yang dilakukan penyelenggara. Sebab selama ini masih ada gimik di tengah masyarakat, kalau tidak punya orang dalam sulit untuk lulus.
"Yang paling jadi kendala, saingannya itu punya banyak uang dan ada link orang dalam, pasti kalah,” kata Mega saat dihubungi JawaPos.com, Senin (10/9).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022