
TERSANJUNG: Din Syamsuddin usai mengisi kegiatan di UMM. Dia mengaku tersanjung disebut sebagai calon Wapres untuk Jokowi
JawaPos.com - Disebut-sebut sebagai salah satu calon yang akan mendampingi Joko Widodo di dalam Pilpres 2019, tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengaku bersyukur.
Din mengakui, dirinya sudah mendengar bahwa namanya digaungkan menjadi salah satu calon pendamping Jokowi, oleh kelompok tertentu atau partai tertentu.
"Pada hemat saya, saya sikapi dengan rasa syukur. Manusiawi saya tersanjung, karena dapat penghormatan dan kehormatan," ujarnya usai menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8).
Jika ditanya kesiapannya mendampingi Jokowi, Din tidak menjawab dengan gamblang. Hanya saja, laki-laki asal Sumbawa ini, mengaku punya modal yang bisa dimanfaatkan jika dirinya memang diberikan kesempatan.
Modal yang dimaksud oleh mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu adalah sederet pengalamannya aktif di organisasi. Misalnya saja ketika memimpin organisasi besar Muhammadiyah, dengan kegiatan skala nasional dan internasional.
Organsiasi Muhammadiyah, dianalogikannya seperti sebuah negara. Pasalnya memiliki kegiatan di beragam bidang, seperti negara itu sendiri.
"Jika ditanya saya siap atau tidak, saya selalu jawab, kebetulan pernah diberi amanat memimpin organisasi besar," imbuh laki-laki berusia 60 tahun itu.
Modal lainnya, saat ini, Din memimpin Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Serta pernah punya pengalaman sebagai Dirjen. Belum lagi modal di partai politik. Din menegaskan, bahwa dirinya pernah menjadi wakil ketua fraksi.
Sehingga modal tersebut dirasakannya sangat bermanfaat jika memang dirinya kesempatan. “Saya nggak mau basa basi, pura-pura nggak mau. Namun saya katakan, saya tahu diri, saya bukan orang parpol lagi. Walau dulu petinggi parpol," bebernya lagi.
Lebih lanjut, Din menegaskan bahwa yang bisa mengajukan sebagai cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik. Oleh karena itu, dirinya mengikuti mekanisme yang berlaku. Pencalonannya, layaknya disebutkan dalam sebuah hadist nabi, jabatan besar harus diserahkan kepada ahlinya dan jangan sampai mengemis jabatan.
"Maka dari itu saya serahkan lah ya jika yang saya miliki digunakan untuk bangsa dan negara," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
