
Nyak Sandang, pemilik bukti obligasi sumbangan pembelian pesawat Dakota RI-001 saat ditemui Presiden Jokowi di Istana.
JawaPos.com – Dalam kepiawaian Nyak Sandang menyimpan surat obligasi pembelian pesawat pertama di Indonesia, ternyata lelaki berumur 91 tahun ini memiliki kemampuan yang tidak disangka-sangka.
Walaupun di masa tuanya ia kesulitan berbicara bahasa Indonesia dan aktif menggunakan bahasa Aceh, Nyak Sandang mahir dalam matematika dan berhitung. Salah satu putranya, Khaidar bercerita kebiasaan dan ayahnya yang memang luar biasa.
“Keseharian bapak saya sibuk dalam bidang pertanian palawija. Ya, insya Allah di Aceh masih luas tanah di Aceh. Kalau soal matematika itu masih kalah kita,” jelas Khaidar kepada JawaPos.com, Kamis (22/3) di Jakarta.
Khaidar menyatakan ayahnya selalu memiliki semangat yang tinggi. Walau tidak aktif lagi dalam pertanian, ia sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan anak dan cucu-cucunya, bercanda, dan berbagi kisah pengalaman kehidupannya.
Sebagai informasi, Nyak Sandang memiliki tujuh anak dan sekitar 32 cucu. Banyak yang bertanya, rahasia kesehatan Nyak Sandang sehingga masih dapat berjalan gagah di usia 91 tahun.
Khaidar pun bercerita bahwa ayahnya tidak pernah memakan kuah dengan garam atau campuran bumbu-bumbu.
“Iya ayah itu suka kalau makanannya kering seperti nasi sama ikan, nasi sama ayam goreng. Kering pokoknya, sayur juga tidak dikuahkan kalau dimasak,” jelas Khaidar diakhiri dengan gelak tawa.
Selain itu, ayahnya juga selalu memberikan senyuman terhadap semua orang yang dijumpainya.
Bertemu Presiden adalah Keajaiban
Setelah kedatangan mereka ke Jakarta, Khaidar tidak menyangka cita-cita sang ayah segera terwujud satu per satu.
“Saya nggak nyangka macam mimpi kami itu bisa ke Jakarta. Apalagi ketemu Presiden, itu semua keajaiban Allah. Presiden janjikan pengobatan mata, ya kami syukur Alhamdullilah,” tutur Khaidar.
Mata kanan Nyak Sandang diketahui tidak bisa melihat lagi sejak 2011 dikarenakan gagalnya operasi yang dilakukan. Faktor usia juga membuat fungsi matanya semakin berkurang, meski masih bisa sedikit melihat.
Khaidar menuturkan, ibunya, Fatimah, 88, memang terlihat berat melepaskan kepergian mereka ke Jakarta. Namun, kondisi sang ibu juga tidak memungkinkan untuk menemani.
Meski demikian, keluarga berharap kedatangan Nyak Sandang bisa membawa manfaat untuk banyak orang.
“Saat ke Jakarta ibu tidak ada pesan apa karena ibu sudah sangat lemah, hanya duduk saja bisanya. Bicara nggak bisa lagi dan sudah setengah waras. Jadi, pesan ibu ke bapak tidak ada,” ucap Khaidar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
