
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua daerah tetap memastikan disiplin protokol kesehatan, terutama mengantisipasi keramaian saat perayaan Syawalan atau Lebaran ketupat, tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri 1442H.
JawaPos.com - Meski Lebaran telah usai, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan agar semua daerah tetap memastikan disiplin protokol kesehatan. Terutama dalam mengantisipasi keramaian saat perayaan Syawalan atau Lebaran ketupat, tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri.
"Kita tadi rapat dengan menkes dan mendagri dan diingatkan soal Lebaran ketupat atau Syawalan. Kan model Lebaran di kita itu ada dua, Lebaran Idul Fitri dan Lebaran ketupat atau kupatan. Nah itu akan jatuh di Kamis (20/5) nanti. Semuanya harus siaga," kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (18/5).
Bahkan, menurut Ganjar, antisipasi harus lebih ditingkatkan, mengingat kebijakan larangan mudik telah berakhir pada 17 Mei. Ada potensi masyarakat melakukan perjalanan maupun mudik pascakebijakan peniadaan mudik tersebut.
"Maka, Kamis besok harus siap-siap karena kemungkinan akan ada arus masyarakat mudik setelah pembatasan-pembatasan kemarin dilakukan. Tentu saya berharap, masyarakat tetap tinggal di tempat dan tidak mudik," papar Ganjar.
Dia pun meminta seluruh bupati/wali kota memastikan masyarakatnya tetap tertib dalam mengelar tiap-tiap tradisi usai Lebaran. Jangan sampai ada kerumunan yang menimbulkan kerawanan penyebran Covid-19.
"Teman-teman kabupaten/kota sampai level desa, camat dan lurah harus bekerja sama dengan babinsa/babhinkamtibmas untuk mengatur. Kalau tidak bisa diatur, harus tidak diizinkan," tegasnya.
Ganjar juga meminta seluruh bupati/wali kota mempersiapkan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran. Terutama memastikan fasilitas kesehatan maupun tempat karantina khusus bagi pasien Covid-19.
"Rumah sakit harus siaga, tempat-tempat isolasi harus ditambah, ICU dan juga tempat isolasi terpusat harus disiapkan termasuk SDM, obat-obatan dan lainnya. Kami juga ingin agar semuanya bekerja keras untuk menurunkan angka kematian agar lebih baik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, belum ada peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari pascalebaran ini. Kalau pun ada catatan sejumlah kasus baru, namun bukan berasal dari pemudik. Misalnya di Kabupaten Semarang, Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan.
"Kasus yang muncul tinggi beberapa waktu lalu kebanyakan dari klaster keluarga," tandas Yulianto. (Eno)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
