Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Mei 2021 | 03.20 WIB

Ganjar Minta Tetap Antisipasi Potensi Kerumunan saat Perayaan Syawalan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua daerah tetap memastikan disiplin protokol kesehatan, terutama mengantisipasi keramaian saat perayaan Syawalan atau Lebaran ketupat, tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri 1442H. - Image

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua daerah tetap memastikan disiplin protokol kesehatan, terutama mengantisipasi keramaian saat perayaan Syawalan atau Lebaran ketupat, tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri 1442H.

JawaPos.com - Meski Lebaran telah usai, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan agar semua daerah tetap memastikan disiplin protokol kesehatan. Terutama dalam mengantisipasi keramaian saat perayaan Syawalan atau Lebaran ketupat, tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri.

"Kita tadi rapat dengan menkes dan mendagri dan diingatkan soal Lebaran ketupat atau Syawalan. Kan model Lebaran di kita itu ada dua, Lebaran Idul Fitri dan Lebaran ketupat atau kupatan. Nah itu akan jatuh di Kamis (20/5) nanti. Semuanya harus siaga," kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (18/5).

Bahkan, menurut Ganjar, antisipasi harus lebih ditingkatkan, mengingat kebijakan larangan mudik telah berakhir pada 17 Mei. Ada potensi masyarakat melakukan perjalanan maupun mudik pascakebijakan peniadaan mudik tersebut.

"Maka, Kamis besok harus siap-siap karena kemungkinan akan ada arus masyarakat mudik setelah pembatasan-pembatasan kemarin dilakukan. Tentu saya berharap, masyarakat tetap tinggal di tempat dan tidak mudik," papar Ganjar.

Dia pun meminta seluruh bupati/wali kota memastikan masyarakatnya tetap tertib dalam mengelar tiap-tiap tradisi usai Lebaran. Jangan sampai ada kerumunan yang menimbulkan kerawanan penyebran Covid-19.

"Teman-teman kabupaten/kota sampai level desa, camat dan lurah harus bekerja sama dengan babinsa/babhinkamtibmas untuk mengatur. Kalau tidak bisa diatur, harus tidak diizinkan," tegasnya.

Ganjar juga meminta seluruh bupati/wali kota mempersiapkan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran. Terutama memastikan fasilitas kesehatan maupun tempat karantina khusus bagi pasien Covid-19.

"Rumah sakit harus siaga, tempat-tempat isolasi harus ditambah, ICU dan juga tempat isolasi terpusat harus disiapkan termasuk SDM, obat-obatan dan lainnya. Kami juga ingin agar semuanya bekerja keras untuk menurunkan angka kematian agar lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, belum ada peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari pascalebaran ini. Kalau pun ada catatan sejumlah kasus baru, namun bukan berasal dari pemudik. Misalnya di Kabupaten Semarang, Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan.

"Kasus yang muncul tinggi beberapa waktu lalu kebanyakan dari klaster keluarga," tandas Yulianto. (Eno)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore