Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 April 2021 | 02.04 WIB

Tjahjo Akui Setiap Bulan Masih Ada ASN yang Terpapar Radikalisme

Menpan dan RB Tjahjo Kumolo berbicara saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan seleksi CPNS 2019 di tengah pandemi Covid-19. Foto: - Image

Menpan dan RB Tjahjo Kumolo berbicara saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan seleksi CPNS 2019 di tengah pandemi Covid-19. Foto:

JawaPos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengakui, setiap bulan harus menonaktifkan aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar ideologi radikalisme maupun yang tersangkut kasus korupsi. Dia menginginkan permasalahan itu tidak lagi menerpa para pegawai negeri sipil.

"Hampir tiap bulan saya memutuskan dalam sidang Badan Kepegawaian masih ada saja, PNS yang saya nonjobkan atau harus saya berhentikan. Karena dia punya paham radikalisme dan terorisme, serta tidak memahami area rawan korupsi," kata Tjahjo dalam diskusi daring, Minggu (18/4).

Tjahjo tak memungkiri, pihaknya harus membangun sistem yang profesional. Sehingga setiap aparatur sipil negara (ASN) bisa diawasi dengan baik setiap kegiatan dan kinerjanya.

Terlebih setiap tahunnya, minat generasi muda untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) cukup tinggi. Dia menyebut, sebanyak 4,3 juta generasi milenial di Indonesia setiap tahunnya ingin menjadi ASN.

Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah


"Diperebutkan tiap tahun maksimum 100-50 ribu, sampai sekarang yang rata-rata hampir mencapai 4,3 juta yang mendaftar dan mayoritas itu adalah generasi muda," beber Tjahjo.

Oleh karena itu, politikus PDI Perjuangan ini mengharapkan bisa mendapatkan orang terbaik. Terlebih mempunyai integritas dan profesional pada bidangnya. Serta konsisten dan yang kuat.

"Semoga bisa membentuk orang-orang yang profesional di bidangnya masing-masing, dalam demokrasi konsolidasi demokrasi lima tahunan ini juga harus mulai tertata dengan baik," pungkas Tjahjo.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore