alexametrics

Biasa Digunakan Untuk Terapi Kanker, Biaya Sel Dendritik Cukup Tinggi

18 April 2021, 09:59:36 WIB

JawaPos.com – Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio ikut angkat bicara seputar Vaksin Nusantara dengan metode sel dendritik. Menurutnya, dalam dunia medis metode itu sudah lama digunakan namun untuk terapi kanker. Dan untuk terapi kanker pun biayanya sangat tinggi.

“Saya tidak punya data soal biaya Vaksin Nusantara. Hanya, untuk cancer, terapi sel dendritik itu biayanya cukup tinggi. Karena terapi jadi biayanya sangat tinggi,” kata Prof Amin dalam webinar, Sabtu (17/4).

Bercermin dari terapi kanker, kata dia, sesuai dengan namanya, vaksin dendritik adalah sifatnya individual. Sehingga hanya bisa diberikan kepada orang yang sama dengan orang yang menjadi sumber sel dendritik itu. Lalu apakah bisa diterapkan massal?

Baca Juga: Sangat Berbahaya Jika Vaksin Covid-19 Beredar Tanpa Izin dari BPOM

“Tentu bisa dilakukan pada orang banyak, tapi masing-masing orang harus diproses sendiri. Masing-masing harus diperlakukan secara individual,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M Faqih mengatakan persoalan Vaksin Nusantara bukan hanya masalah keamanan tapi ada 3 aspek penting keamanan, efikesi dan quality. Ia menilai BPOM masih profesional dan on the track sesuai standar internasional.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads