Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Maret 2022 | 20.09 WIB

Dua Bulan Lagi Puncak Kemarau, ini Langkah BNPB Antisipasi Karhutla

Petugas patroli pencegahan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Bayu Pratama/Antara - Image

Petugas patroli pencegahan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Bayu Pratama/Antara

JawaPos.com - Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau mulai digencarkan. Pasalnya, tidak lama lagi musim kemarau akan tiba.

Sejak awal 2022 hingga kini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat rekapitulasi karhutla di wilayah Riau mencapai 421 hektare (Ha). Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau telah mengidentifikasi potensi karhutla hingga akhir tahun ini.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi dinamika atmosfir di wilayah Indonesia dipengaruhi La Nina lemah-Netral. Kondisi ini menyebabkan musim kemarau tetapi agak basah daripada normalnya.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Wilayah Riau Marzuki mengatakan, kewaspadaan tinggi karhutla masuk awal musim kemarau periode II diprakirakan pada bulan Mei hingga September. Sedangkan puncak kemarau diprakirakan pada Juni hingga Juli.

"Pada Mei ini merupakan masa peralihan di sebagian wilayah masih berpotensi hujan, atau peralihan dari musim hujan ke kemarau," kata Marzuki kepada wartawan, Jumat (18/3).

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir atau 2017 – 2021, rekapitulasi karhutla tertinggi pada tahun 2019 dengan luas 90.550 hektare. Pemerintah Provinsi Riau telah memiliki rencana kontinjensi penanganan karhulta serta Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Prosedur Tetap Kriteria Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana dan Komando Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla di Provinsi Riau.

Dalam pengendalian api dan asap, Satgas Pengendalian Karhutla mengutamakan pada pemadaman udara dan darat. Pemadaman udara dilakukan dengan pengeboman air atau water bombing dan teknologi modifikasi cuaca.

Sedangkan pemadaman darat, Satgas menggerakan para personel dari berbagai instansi, termasuk dukungan masyarakat dan lembaga usaha. Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB Berton S.P. Panjaitan menyampaikan, salah satu upaya kesiapsiagaan menghadapi karhutla melalui pelaksanaan latihan atau geladi.

Geladi karhutla ini diawali melalui simulasi dengan geladi ruang atauntable table top exercise (TTX). "Khusus dalam kegiatan ini akan dilaksanakan geladi ruang yaitu berupa kegiatan table top exercise (TTX) dan command post exercise (CPX) atau yang lebih dikenal dengan geladi posko," kata Berton.

Berton menambahkan, melalui TTX dan CPX ini pengetahuan serta kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap potensi bencana karhutla meningkat. "Serta pemerintah daerah mampu untuk menginisiasi dan memfasilitasi secara mandiri pelaksanaan TTX dan CPX di waktu yang akan datang," jelasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore