
Ilustrasi
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan identifikasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari negara Turki. Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan, bersama Kementerian Sosial (Kemensos), pihaknya mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan hingga proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
”Kami siapkan semua hingga bagaimana menerima mereka, sehingga secara psikologis mereka sudah siap dideportasi dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Suhardi usai meninjau para WNI yang dideportasi dari Turki di RSPA Bambu Apus, Jakarta, Senin (6/2).
Dia menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Agar nantinya kepala daerah bisa turut dalam proses pemulangan mereka. Selama tinggal di rumah singgah, mereka mendapatkan pelayanan dengan baik.
”Ini kemungkinan masih banyak, sekarang saja sudah dideportasi 75 WNI. Sementara yang lain tengah berproses. Apalagi di negara Suriah tengah konflik, dan pemerintah Turki tidak mengizinkan masuk. Kemungkinan akan banyak deportasi lagi,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, sebagian besar WNI yang dideportasi berasal dari Jawa Timur. Hanya saja, menurutnya pihaknya masih terus melakukan identifikasi. Selama dua pekan, dikatakan Suhardi BNPT dibantu kalangan ulama dan dewan masjid membantu memberikan pencerahan.
”Kami juga muatkan program deradikalisasi agar mereka bisa berinteraksi lagi dengan masyarakat. Karena keinginan untuk hijrah mereka sangat kuat dan ini yang akan kami ingatkan,” kata Suhardi.
Lebih jauh Suhardi menerangkan, dari 75 WNI tersebut terdiri atas 41 orang dewasa dan 34 anak-anak. Mereka dalam beberapa keluarga, dan sudah hijrah ke Turki dalam waktu yang bervariatif. ”Anak-anak ada yang berumur 3 minggu. Dan hubungan mereka keluarga, ada ayah, ibu dan anak,” ucapnya.
Untuk mendukung proses pendampingan anak, BNPT mendatangkan ahli psikologi. Tujuannya untuk mereduksi idiologi, sehingga mereka berhasil meraih prestasi. Karena, menurut Suhardi pemahaman idiologi ini sudah lama berproses. ”Kita akan siapkan anak-anak dengan meluruskan pemahaman yang menyimpang ini,” katanya.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan, latar belakang WNI yang dideportasi memiliki latar belakang pendidikan yang educated. Dari 41 orang dewasa terdiri atas 24 perempuan dan 17 orang laki-laki. ”Status keluarga mereka itu ada yang kakek, nenek, anak dan cucu, ada sumai istri bahkan ada yang diajak temannya,” katanya.
Saat ini, menurutnya, Kemensos tengah mengkomunikasikan dengan daerah asal mereka. Supaya proses reintegrasi sosial berjalan dengan baik. Sehingga, mereka bisa diterima oleh masyarakat. Dia berharap, ada peran pemerintah daerah (pemda) dalam proses penjemputan. ”Tapi mereka tidak ingin ramai-ramai, khawatir mereka distigma,” ucapnya.
Lebih jauh Khofifah mengungkapkan, pada proses pendampingan terhadap anak diprioritaskan bagaimana masa depan mereka. Karena, dengan proses psikososial tersebut harapan anak-anak akan tercapai, tentu didukung oleh pendidikan yang sesuai. ”Format membangun kesepahaman juga kita siapkan dengan orangtua. Tapi untuk anak-anak siapkan format psikoterapi yang biasa kami lakukan,” katanya. (nas/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
