
Photo
JawaPos.com - Aktivis yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Tengah periode 2004–2009, M Ichsan Loulembah meluncurkan podcast bertajuk Kosakata. Dia membuat kanal itu dengan tujuan untuk menyuguhkan alternatif tontonan yang punya nilai edukasi,
Belakangan ini, program tayangan YouTube dengan format podcast bukan barang baru lagi. Mulai dari tema serius hingga santai bertaburan bak jamur di musim hujan. Dan, imbasnya, para pembuat podcast seolah bertarung'membuat konten mereka bisa menghadirkan sebuah tayangan kontroversial guna menarik pemirsa.
Soal ini, Ichsan dengan santai menyebut jika podcast Kosakata diluncurkan tak mengejar sisi kontroversial itu. "Biarkan saja mengalir apa adanya. Biar pemirsa banyak pilihan. Tema besarnya podcast ini sebagai sebuah refleksi dan membangun ingatan," ujar Ichsan, Selasa (16/3).
Ia pun mengaku tak terpengaruh akan banyaknya selebritas seperti Deddy Corbuzier yang membuat konten podcast dengan mendatangkan narasumber tokoh-tokoh serius atau kontroversial. "Nggak ada masalah soal itu. Selebritas mau mendatangkan tokoh serius atau sebaliknya, itu sah-sah saja," ucap Ichsan.
Pilihan nama Kosakata sendiri dijelaskannya sebagai sebuah cerminan dari tokoh yang berbicara adalah orang yang punya wawasan dan kosakata yang layak disimak. "Indonesia punya banyak tokoh wise. Para senior yang jam terbangnya sudah lebih menarik untuk disimak. Walaupun tidak tertutup kemungkinan yang muda-muda juga punya banyak hal menarik juga yang bisa disimak," papar Ichsan.
Dikatakannya, ujian yang sebenarnya terkait sukses atau tidaknya sebuah konten akan datang dari publik. "Targetnya podcast ini memang siapa saja. Tak harus yang consern pada diskusi ilmiah atau para milenial. Publik bebas memilih, nanti diuji sendiri oleh market," ucap Ichsan lagi.
Walau terkesan santai, Ichsan mengaku tak melupakan proses kreativitas dan perencanaan yang terstruktur dalam merancang dan membuat podcast ini. "Ada sejumlah anak muda yang mendukung saya di balik podcast ini. Mereka menyiapkan hal teknis, melakukan riset dan sejumlah hal lain terkait podcast ini. Salah satunya Yana Aditya, junior saya di HMI yang jadi produser eksekutif di podcast ini," beber pria yang juga pegiat jurnalistik tersebut.
Untuk eposide perdana, Kosakata tayang pada Senin (15/3) menampilkan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), mantan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) yang juga mantan Sekjen Partai Golkar, Sarwono Kusumaatmadja.
"Setiap narasumber akan kita bagi penayangannya per 20 menit tiap Senin-Rabu dan akan tayang utuh setiap Kamis," ujar Ichsan.
Di episode perdana yang berjudul Kalau Tidak Mau Masuk Golkar, Saya Tangkap, Sarwono dengan lugas bicara panjang lebar tentang banyak hal. "Semoga konten ini bisa menggigit dan bisa juga menjadi referensi bagi penonton pada umumnya dan podcast Kosakata khususnya," harapnya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/vvvKq9ISRjA

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
