
Ilustrasi latihan unit pemadam kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan beberapa hari sebelum kejadian ledakan dan kebakaran Plant 5 Unit Hydro Skimming Complex pada Minggu (15/5). Kilang Balikpapan/Antara
JawaPos.com - Menyusul insiden kebakaran kilang minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (15/5) kemarin, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta jajaran direksi Pertamina mengundurkan diri. Sebab, dinilai gagal menjaga keamanan operasional kilang sehingga insiden kebakaran atau ledakan terjadi lagi.
"Beberapa waktu lalu kami pernah mengingatkan Pertamina agar mengaudit secara menyeluruh kilang-kilang yang sudah tua ini. Agar didapat gambaran yang lebih komprehensif langkah mitigasi resiko kebakaran kilang ini. Karena terjadi peristiwa serupa berarti jajaran Direksi tidak bisa mengendalikan operasional kilang agar berjalan dengan aman dan sesuai standar," kata Mulyanto, Senin (16/5).
Wakil Ketua FPKS DPR RI ini pun menambahkan, kasus kebakaran kilang Pertamina juga sudah terlalu sering terjadi. Bahkan, peristiwanya terus berulang dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan.
Karena itu, manajemen Pertamina harus membuat program perawatan dan perbaikan kilang secara berkala. Sebab kilang-kilang ini adalah aset vital strategis nasional yang harus dijaga dengan baik, terlebih rantai pasok tidak terganggu.
"Saya rasa Pertamina sudah harus menyusun rencana kerja itu secara lebih akurat berbasis audit komprehensif di atas. Direksi Pertamina jangan cuek-cuek saja atas permintaan Komisi VII DPR RI tersebut," ujar Mulyanto.
Dia tegas meminta agar jajaran direksi mendengar usulan ini demi kebaikan Pertamina sendiri. Namun, jika tidak berkenan, menurutnya sebaiknya direksi yang mengurus hal ini mundur atau diberhentikan. "Masa kebakaran kilang jadi rutinitas seperti ini, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Ketahanan energi nasional kita bisa terancam lemah," tandasnya.
Seperti diketahui, ledakan terjadi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur milik PT Kilang Pertamina Internasional pada Minggu (15/5) kemarin, ini merupakan kali kedua kilang tersebut terbakar yang sebelumnya terjadi pada 4 Mei 2022.
Pasca terjadinya flash di Plant 5, Pertamina memastikan produksi BBM tetap berjalan sehingga tidak mengganggu suplai BBM ke masyarakat. "Selanjutnya, PT KPI bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) memastikan produksi dan suplai BBM ke masyarakat tetap dapat berjalan normal, tanpa ada kendala," ujar Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balikpapan Ely Chandra, Senin (16/5). (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
