Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Mei 2021 | 17.26 WIB

Antisipasi Lonjakan Kasus Arus Balik, Perbanyak Lokasi Tes Covid-19

Calon penumpang Kereta Api (KA) melakukan tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun KA Gambir, Jakarta, Minggu (21/4/2021). PT KAI menaikkan tarif layanan pemeriksaan GeNose C19 dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu mulai Sabtu (20/3) penyesuaik - Image

Calon penumpang Kereta Api (KA) melakukan tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun KA Gambir, Jakarta, Minggu (21/4/2021). PT KAI menaikkan tarif layanan pemeriksaan GeNose C19 dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu mulai Sabtu (20/3) penyesuaik

JawaPos.com – Menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan, ada 1,5 juta orang yang mudik selama Lebaran tahun ini. Pemerintah mencegah agar tidak ada lonjakan arus balik. Antisipasi lainnya adalah adanya random test di 21 titik.

Ketua KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) Airlangga Hartanto menyatakan, dengan adanya masyarakat yang nekat mudik, pemerintah berharap pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. ”Dengan ketatnya PPKM mikro, mereka yang positif diisolasi di daerah masing-masing,” ujarnya kemarin (15/5).

Begitu juga nanti saat arus balik. Sumatera menjadi perhatian lantaran adanya lonjakan kasus di beberapa daerah. Pemerintah menyiapkan titik penyekatan dan testing di Bakauheni. Tujuannya, mengantisipasi mereka yang akan ke Jawa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, kecenderungan masyarakat jika dibiarkan tak ada aturan, 33 persen dari penduduk Indonesia akan mudik. Sementara itu, jika ada larangan akan turun menjadi 11 persen.

Bila ada pelarangan dan kampanye, bisa turun lagi sebanyak 7 persen. ”Ketika ada aksi dari lembaga dan kementerian, (keinginan mudik, Red) akan turun,” ungkapnya.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Masuk Jakarta Wajib Tes Bebas Covid-19

Melihat tren tersebut, pemerintah bakal konsisten melakukan kampanye dan aksi. Harapannya, tak ada lonjakan arus balik. ”Kami berinisiatif melakukan testing (Covid-19, Red) di tempat-tempat tertentu,” ucap Budi.

Ada dua tempat yang diwajibkan, yakni di perbatasan Jawa dengan Sumatera serta Bali dengan Jawa. Dia juga menjelaskan, Kementerian Kesehatan memberikan subsidi alat tes Covid-19.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore