
Photo
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyikapi serius kasus penusukan kepada Syekh Ali Jaber. Dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Tak main-main, Mahfud mengintruksikan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Densus 88 Antiteror untuk untuk turun tangan. Mereka diminta melakukan pemetaan, pemantauan, dan perlindungan penuh kepada pendakwah maupun ulama.
“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat, baik itu aparat keamanan, maupun intelijen, bahkan saya juga sudah meminta BNPT, kemudian juga Densus bahkan, saya minta agar BIN bersama kepolisian, saya sudah minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik–baiknya dan setransparan mungkin," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).
Sementara itu, terkait dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa, tidak bisa begitu saja dipercaya. Penyelidikan mendalam harus tetap dijalankan untuk membuktikan kebenarannya. “Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasar pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Kita belum percaya, kita pasti akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak, itu nanti setelah diselidiki," jelas Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, apabila pelaku memang mengalami gangguan kejiwaan, pasti akan ada jejak digitalnya. Termasuk keterangan saksi dari keluarga, tetangga, teman-teman pelaku, serta rekam jejak medisnya. "Oleh sebab itu sampai ini, kami atau pihak aparat terus menyelidiki bagaimana latar belakang dan apa jaringan yang ada dibelakang anak ini,” ungkap pria berdarah Madura itu.
Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditikam seorang pria tidak dikenal saat mengisi kegiatan tablig di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, pada Minggu (13/9) sore. Berdasar informasi yang dihimpun, Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan.
Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP David Sianipar membenarkan hal tersebut. ”Benar, saat ini kondisi korban sedang dirawat di Puskesmas Gedong Air, untuk pelaku sudah berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanjungkarang,” kata dia seperti dilansir dari Antara pada Minggu (13/9). (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
