Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Februari 2022 | 22.24 WIB

Vaksin Booster Bisa Naikkan Antibodi 88 Kali

AGAR STERIL: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Gambir menyemprotkan disinfektan ke beberapa ruangan di SDN 08 Duri Pulo, Jakarta, kemarin. (12/2). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS) - Image

AGAR STERIL: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Gambir menyemprotkan disinfektan ke beberapa ruangan di SDN 08 Duri Pulo, Jakarta, kemarin. (12/2). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

JawaPos.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto kemarin membagikan masker kepada masyarakat di perkampungan DKI Jakarta. Aksi tersebut dilakukan guna memberikan dukungan langsung kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pembagian masker itu merupakan giat hari kedua yang dilakukan BNPB. Kemarin ada 45 kelurahan di DKI Jakarta yang mendapatkan distribusi masker. ”Pendistribusian masker ini juga atas kerja sama dengan pihak kelurahan yang dibantu TNI dan Polri di setiap wilayah,” jelasnya.

BNPB menargetkan pendistribusian 10 juta masker selama kurun waktu empat bulan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,5 juta masker ditargetkan dapat terdistribusi dalam tiga hari pada 135 titik di Jakarta. Setiap titik mendapatkan bantuan 10.000 masker.

Pada kesempatan lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa penelitian terbaru Kemenkes, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia menunjukkan, warga yang mendapatkan vaksin booster setengah dosis mengalami peningkatan antibodi. Itu setara dengan vaksinasi dosis penuh. ”Jarak waktu terbaik untuk mendapatkan dosis booster adalah minimal enam bulan setelah menerima vaksinasi kedua,” bebernya.

Apabila seseorang mendapatkan booster pada bulan keenam hingga kesembilan, antibodi yang diproduksi bisa sampai 12,5–88,9 kali lipat. ”Data Kemenkes periode 21 Januari sampai 8 Februari 2022 menunjukkan, dari 487 pasien meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksin lengkap,” ungkapnya. Untuk itu, dia meminta masyarakat mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan secara gratis. Pemberian vaksin, imbuh Nadia, telah terbukti secara ilmiah mampu mengurangi risiko terburuk akibat terinfeksi Covid-19. Hal itu terutama ditujukan kepada lansia.

Vaksinasi menjadi salah satu strategi dalam mengontrol jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Cara lainnya adalah mengimbau masyarakat yang tidak bergejala dan gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri. Pemerintah juga terus meningkatkan testing.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore